Daftar dan Kriteria Produk yang Bagus Dijual Online

By Sukarto Sudjono

Tren belanja online di Indonesia selama beberapa tahun terakhir (sejak 2011) sungguh meningkat LUAR BIASA!!

Semakin hari semakin banyak orang yang mulai mencoba belanja secara online untuk pertama kalinya. Sebagian besar saya yakini akan ketagihan untuk belanja online lagi setelah merasakan kenyamanan dan kemudahan dalam membeli sesuatu barang tanpa perlu keluar rumah, bermacet-macet dan menghabiskan waktu untuk mencari sana sini.

Anda tinggal cari produk yang Anda inginkan di Google atau search engine lainnya. Temukan beberapa penjual, lalu tentukan mau beli di mana, transfer uangnya dan boom… Barang yang Anda beli sampai di rumah Anda dalam waktu 2-4 hari (bahkan kadang bisa lebih cepat, kalau cuma satu kota dengan penjual).

Sebagai seseorang yang sudah menggunakan internet saat pertama kali masuk Indonesia (sekitar tahun 1995), lalu sempat terjun ke bisnis berbasis internet di tahun 1999 (dari website development hingga membuat portal wedding), saya seperti sedang menjalani ‘deja vu’, sebuah mimpi yang jadi kenyataan.

Saya sudah menunggu apa yang terjadi sekarang ini lebih dari 14 tahun yang lalu! Saat itu saya bermimpi “Suatu saat semua orang punya akses internet yang cepat dan murah di Indonesia. Wah saat itu terjadi, tidak terbayang bagaimana hebatnya bisnis online di Indonesia

Kenapa saat itu saya bermimpi seperti itu? Tidak lain karena saya mendapatkan banyak tantangan saat membangun bisnis online saya saat itu karena saya sedang melakukan bisnis yang jamannya belum tiba (visi melebihi kenyataan).

Koneksi internet masih sangat lambat, terbatas dan mahal sekali. Koneksi yang umum dipakai saat itu adalah menggunakan Modem Dial-Up 56Kbps yang terhubung line telpon. Untuk gambarannya, itu kira-kira sekitar 1/36 atau cuma 0.03% dari kecepatan umum sekarang ini! Dan untuk koneksi super lemot itu, saya perlu bayar sekitar Rp 1,5 juta per bulan (uang tahun 2000 lagi) !!! Edan!!

Bandingkan dengan jaman sekarang dimana hanya perlu bayar Rp 50.000 per bulan ke salah satu provider, Anda dapat koneksi internet dengan speed 3 Mbps! Bisa akses dari manapun lagi! Sungguh sebuah keajaiban.

Dan apa yang saya mimpikan saat itu, sekarang sudah terjadi. Anda bisa melihat perkembangan jumlah pengguna internet di Indonesia selama beberapa tahun terakhir di grafik berikut ini.

Indonesia-Internet-User

Jadi beruntunglah Anda yang terjun sebagai pebisnis online selama 3 tahun terakhir. Anda sudah melihat sebuah market yang sudah siap untuk Take Off di bisnis online. Tapi ini *just only the beginning* atau baru permulaan. Jadi peluang masih sangat besar. Jangan sia-siakan masa-masa ini.

Nah dari sejarah kita tahu, saat sebuah media komunikasi semakin berkembang, salah satu hal yang akan dilakukan dengan media komunikasi baru tersebut adalah untuk perdagangan. Kenapa?

Karena jual beli barang adalah sesuatu yang sudah dilakukan manusia sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu (atau lebih, pengetahuan sejarah saya kurang bagus he..he..) dan akan terus dilakukan selama manusia ada.

Tupaia-bartering-lobster

Waktu telpon muncul, orang mungkin awalnya memakai untuk say hi kepada teman dan saudara, tetapi akhirnya dipakai untuk berdagang/jual beli/transaksi barang. Sama juga dengan radio, TV dan sebagainya.

Oleh sebab itulah sangatlah wajar, saat internet (salah satu bentuk media komunikasi baru) berkembang, salah satu aspek yang berkembang pesat adalah perdagangan atau jual beli barang. Hal itu tidak bisa dihindari. Ini bukan masalah apakah akan terjadi, ini pasti terjadi, cuma masalah kapan.

Saat koneksi internet yang mudah dan murah bisa diakses oleh banyak orang, bisnis online pasti tumbuh subur. Ditambah lagi sudah terjadi mental shift (perubahan cara pikir) sehingga semakin banyak orang di Indonesia yang mulai percaya untuk melakukan sistem pembelian dengan melakukan pembayaran terlebih dahulu, lalu barang akan dikirimkan.

Saat saya mulai bisnis online hampir 14 tahun yang lalu, sangatlah sulit menyakinkan orang (apalagi di Indonesia) untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu, baru barang akan dikirimkan. Sebagian besar orang takut bertransaksi dengan segala sesuatu yang berbau online, ya akibat ulah segelintir orang yang melakukan scam/penipuan lewat internet. Tetapi segala sesuatu sekarang sudah berubah. Orang semakin percaya bahwa memang lebih banyak penjual yang jujur daripada yang berniat jelek.

Pengalaman di bisnis online saya saat ini, yang salah satunya menjual produk fisik (seperti makanan kesehatan, perawatan tubuh dan sejenisnya), pembeli datang dari seluruh penjuru Indonesia. Bahkan sampai ke kota-kota atau daerah yang saya sendiri tidak tahu itu ada dimana. Padahal pengetahuan geografis tentang Indonesia yang saya miliki lumayan lho 🙂

Kadang sampai bingung, kok bisa orang ‘pelosok’ punya akses internet dan belanja online. Ordernya lewat Instant Messaging (seperti Whatsapp, BBM atau SMS) karena mungkin lebih mudah bagi mereka. Tapi awalnya kan pasti tahunya dari website dulu. Saya kadang sampai terheran-heran (tapi senang he..he.) melihat jaman sudah berubah.

Nah, jika Anda adalah seseorang yang mungkin sedang mempertimbangkan masuk ke bisnis online, maka Anda mungkin berpikir “Apa produk yang akan saya Anda jual ya?”

Nah untuk memutuskan hal tersebut, pentinglah bagi Anda untuk mengetahui dua informasi berikut:

  • Daftar kategori produk yang banyak dibeli secara online.
  • Tiga kriteria produk yang bagus dijual secara online.

Ok mari kita lihat satu per satu…

Daftar Top 10 Kategori Produk yang Banyak Dibeli Online

Tentu Anda bisa menjual apa saja secara online, tetapi kalau Anda tahu apa Top 10 nya, paling tidak Anda jadi ada patokan kalau mau terjun ke bisnis online. Saya akan berikan daftarnya di bawah ini, yang merupakan laporan dari hasil riset sebuah lembaga riset yang kredibel (MarkPlus).

Ok mari kita lihat langsung daftarnya terlebih dahulu.

riset-markplus-2013-online-shopping

Dengan melihat daftar diatas, selama Anda bisnisnya menjual produk atau jasa yang berhubungan dengan Top 10 kategori produk/jasa diatas, Anda harusnya sudah ada di sebuah market yang benar. Tentu ini hanya patokan awal saja, masih banyak faktor yang mempengaruhi.

Kriteria Produk yang Bagus Dijual Secara Online

Dalam memilih produk yang ingin Anda jual secara online, dari hasil survei dan pengalaman saya dan banyak alumni yang telah banyak menjual berbagai macam produk secara online, ada tiga kriteria dalam menentukan produk yang bagus dijual secara online.

1) Harga Produk yang Tidak Terlampau Tinggi

Kebanyakan produk/jasa yang dibeli secara online sebagian besar adalah barang-barang yang harganya tidak terlampau tinggi. MarkPlus pernah menyebutkan angkanya dibawah Rp 300.000.

Mungkin hal ini terjadi diakibatkan tingkat kepercayaan yang masih belum terlalu tinggi dari masyakat kepada penjual online. Jadi mungkin cara pikirnya, kalau cuma 300ribu, kalau sampai tertipu, ya sudah gak masalah 🙂 Tapi kalau membeli produk dengan harga jutaan, saya rasa pembeli lebih berhati-hati dan harus benar-benar trust kepada penjual, baru transaksi bisa terjadi.

Jadi pendapat saya pribadi, kalau Anda merupakan pemilik toko online yang belum memiliki brand besar (seperti Bhinneka, Lazada, Zalora dan sekelas itu) sebaiknya fokus kepada jualan produk yang relatif dalam range harga yang lebih murah.

Nanti kalau pembeli sudah ada trust/kepercayaan, baru bisa tawari produk yang harganya lebih tinggi. Strategi ini lebih besar kemungkinan berhasilnya.

2) Produk yang Susah Dibeli atau Ditemukan di Offline

Kalau mau beli Mie Instan, beli dimana? Kira-kira Anda bisa langsung jawab gak? Saya yakin bisa he..he..

Anda akan menjawab ya ke mini market dekat rumah Anda. Karena beli mie instan sangat mudah dilakukan secara offline, maka hampir tidak ada orang beli mie instan lewat online, betul tidak?

Nah tetapi kalau saya tanya, beli dimana kotak sepatu yang transparan? Anda mungkin akan garuk-garuk kepala karena gak tahu 🙂 Nah untuk produk-produk yang susah untuk tahu beli dimana, maka produk seperti ini kalau dijual secara online menurut pengalaman akan bagus hasilnya.

Orang kebanyakan akan search di Google untuk mencari informasi beli dimana sebuah produk yang ‘kurang umum’. Kalau Anda kebetulan memiliki website yang nongol di Google untuk kata kunci (keyword) nama produk yang dicari, maka kemungkinan seseorang membeli dari Anda adalah sangat besar (tentu ada faktor trust, harga dan faktor lain juga).

3) Produk yang Populer atau Banyak Dicari Secara Online

Nah bagaimana tahu suatu produk banyak dicari secara online atau tidak? Jawabannya adalah melalui Riset Keyword. Tetapi karena penjelasannya lumayan panjang, maka saya menjelaskan hal ini di artikel lain yang berjudul “Riset Keyword: Keahlian Penting Seorang Pebisnis Online“.

Jadi kesimpulannya, jika produk yang (ingin/sudah) Anda jual masuk dalam Top 10 Kategori Produk yang saya bahas diatas dan produk Anda juga lolos 3 kriteria yang baru saja saya jelaskan, saya percaya sangatlah besar kemungkinan bahwa produk yang Anda jual tersebut bisa sukses dijual secara online.

Go For It!

Saya berharap apa yang saya sharingkan ini bisa bermanfaat dan sampai jumpa di artikel lain.

Sukses Besar untuk Anda,
Sukarto Sudjono

 

PS: Jika Anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat, tolong SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, Google+ atau Linkedin) yang kami sediakan. Terimakasih 🙂

Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan tentang artikel diatas. Saya berusaha membaca setiap komentar dan  menjawab pertanyaan yang masuk. 

  • Yusak

    Dear pa Sukarto,

    Saya senang bisa bergabung di BBI Club Gold membership. karena pasti panya ilmu2 yang menarik dan berkualitas.
    pa sukarto, saya mau tanya mengenai minisite / website…setiap minisite / website yang kita buat kan harus beli domain dan sewa hosting, pertanyaannya kalo kita mau bikin 10 minisite tentu harus punya 10 domain juga dan hosting tergantung besarnya domain yang kita pake dan punya…betul ga pa pengertiaannya seperti itu)… lah bila suatu saat ministe kita sudah ga kepakai lagi atau produknya kurang laku. apakah domain kita itu masih bisa dipakai dengan cara me rename nama domain atau harus bikin beli baru lagi domainnya pa…
    Tolong penjelasannya…
    terima kasih.

    Best regards.

    • Selamat bergabung ya pak Yusak 🙂

      Jadi 1 akun hosting bisa banyak domain (tentu hostingnya mmg support multi domain). Saat beli hosting, kita hanya perlu menentukan domain utama. Domain ke 2 dst ditambahkan sebagai add-on domain saja.

      Nah kalau diantara domain itu ternyata gak laku, tinggal domain tidak diperpanjang, lalu Anda bisa menghapus domain tsb dari hosting Anda (kalau merupakan domain ke 2 dst).

      Kalau merupakan domain utama yg tidak diperpanjang, Anda bisa akses cpanel nya dgn login lewat persh hosting nya, biasa mereka sediakan.

      Jadi sebenarnya gak ada masalah, kalau domain yg sudah tidak dipakai lagi, ya sudah dibiarkan saja, tinggal dihapus website domain tsb dari hosting, untuk menghemat space.

      Semoga jelas jawabannya, jika gak silakan ditanyakan lagi. thx

      • Yusak

        Thank you pa Sukarto, untuk penjelasannya, nanti kalo ada yang tidak ngerti saya bisa tanya bapak lagi….
        Sukses, sehat buat pa Sukarto and BBI …
        regards
        Yusak

  • abdurohman afandia

    materinya sangat membantu buat menyusun strategi bisnis online denga toko ojline

    • Terima kasih pak Abdurohman atas pujiannya.
      Kami senang mendengarnya bahwa materi yang kami sajikan membantu Anda dalam menyusun strategi bisnis online Anda.

      Salam Semangat dan Sukses untuk Anda!

  • saya setuju pak dengan kriteria produknya. Sebagai tambahan produk yang bagus untuk dijual secara online adalah produk yang menjadi ciri khas daerah tertentu sehigga memang sangat sulit untuk ditemukan di daerah lain. Salah satunya adalah barang antik seperti mandau dari kalimantan. terimak asih atas pencerahannya.

    • Terima kasih pak Adhy atas masukkannya.
      Bisa jadi, nanti kalau saya mau beli produk ciri khas kalimantan Mandau, bisa melalui pak Adhy hehe….

      • Oke pak. saya tunggu kerjasamanya. Terima kasih telah memberikan materi-materi yang berkualitas.
        salam

  • Afret Nobel

    Pak Sukarto yth, saya bergerak di bidang jasa, apakah sama cara menjual produk dg menjual jasa di dunia online?

    • Walaupun ada kemiripan antara menjual produk fisik dan jasa secara online, tetapi ada perbedaan yg cukup significant di detil nya.

      Menjual jasa secara online membutuhkan Anda mengerti cara membangun trust ke prospek Anda karena di produk fisik, mereka membeli produk, sedangkan di bidang jasa, customer sebenarnya membeli Anda nya.

      thx

    • Hallo Afret.
      Kalau dari sisi teknik Marketingnya mengunakan media social Media (FB ads), adwords, kurang lebih mirip2 sama ya konsepnya.

      Yang membedakan saat men-deliver “jasanya”, kalau produk online store, tinggal kirim ke jne. Simple 🙂

      Kalau “jasa”, seperti desain interior, dll untuk mendapatkan prospek bisa menggunakan paid ads. Tapi perlu kita jaring dan follow up kembali. Bisa jadi perlu tatap muka.

  • Eko Nur Rochmad

    Kalau tren produk yang di jual untuk 2016 apa Pak..??

    • untuk tahun 2016, tidak akan beda jauh pak Eko dengan tren produk produk lainnya seperti di tahun sebelumnya. Kurang lebih sama.

      Jika Anda ingin tahu detail Anda bs menggunakan google Trends, untuk mengetahui trend saat ini dan mengecek apakah lagi trend nga

      https://www.google.com/trends/

      • Irianti Nyitnyit

        Untuk produk herbal gimana cara yg tepat utk jualan online?

  • Rizky Ramadhan

    Dengan pertanyaan yg sma klo tren produk yg dijual untuk 2017 apa pak..??

    • Untuk Tren 2017. jawabannya sama pak @disqus_bbnmw5YpbX:disqus
      ada bbrapa produk memang yang nge-hits seperti fidget spinner. Tapi ini tidak akan bertahan lama ya. Musiman 🙂

      Di setiap tahun ada produk yang akan naik daun, bs jadi long term ataupun short term.

      Produk yang long term atau everlasting, biasanya speerti mau menjelang lebaran adalah pakaian.

  • embanun17

    Terima kasih artikelnya,
    memang penting untuk meentukan kategori produk yang akan dijual.
    Salam,
    Muliardy Banun

  • Fitri

    Terimakasih artikelnya. Pak bagaimana pendapat bapak klo sy berjualan makanan instan yg sehat tanpa bahan pengawet dan kimia lainnya seperti yang di jual di supermarket yg kebanyakan menjual makanan yg berpengawet.
    Terimakasih byk pak

    • @disqus_SYQckUADro:disqus bole juga idenya… Anda bisa mencoba
      dan memang perlu diedukasi orang membelinya.

      Memang butuh effort lbih besar. Tapi mungkin sekali utk dijual di online