Lebih Bagus Mana: Google vs Facebook vs Instagram???

By Sukarto Sudjono

Banyak orang yang masih baru di bidang bisnis online atau online marketing seringkali bingung dalam menentukan strategi online marketing yang cocok untuk menjual produk atau jasa mereka.

Kesimpulan ini saya dapatkan dari pertanyaan yang sering saya terima dari teman, peserta training atau orang yang baru dikenal, yang tahu saya ada di bidang bisnis online atau online marketing.

Mereka pernah dengar atau dinasehati perlu pakai SEO, Iklan di Google, Facebook, Instagram, jualan di Marketplace dan lain-lain.

Saking banyaknya ‘nasehat’ yang diterima, sampai bingung apa yang harus dilakukan dan bahkan tidak tahu bedanya apa 🙂

Setelah menjelaskan kebingungan mereka, lalu mereka bertanya pada saya:

Bagus pakai yang mana dulu ya?

Saya sudah terbiasa untuk tidak langsung menjawab sebuah pertanyaan seperti itu. Sehingga hal pertama yang biasanya saya lakukan adalah bertanya balik:

Lho emang produknya apa? Karena jenis produk atau jasa yang dijual menentukan strategi yang digunakan…

Dan seringkali mereka suprise dengan pernyataan seperti itu.

“Oh gitu ya? Saya baru tahu…”

Dan setelah diberitahu tentang produk mereka, kadang saya masih bertanya lagi:

“Produk atau merk Anda sudah dikenal banyak orang atau belum?”

Ya memang informasi-informasi seperti itulah yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan strategi online marketing yang tepat untuk bisnis Anda.

Seringkali yang terjadi justru sebaliknya, banyak orang langsung promosi atau menjalankan strategi online marketing tertentu tanpa mengetahui karakteristik produk/jasa yang mereka jual dan juga tidak tahu kelebihan dari masing-masing platform.

Nah di artikel ini saya ingin menjelaskan secara singkat, mana yang paling cocok untuk bisnis Anda, apakah melakukan online marketing di Google, Facebook atau Instagram?

Saya pilih 3 platform tersebut karena saat ini memang disitulah banyak orang Indonesia ‘menghabiskan’ waktunya.

facebook_vs_google

 

Apa Produk dan Jasa yang Cocok di Google?

Orang datang ke Google dengan niat ingin mencari sesuatu, mereka mengetikkan keyword/kata kunci dari apa yang ingin mereka cari. Bisa informasi atau musik, film dan sejenisnya atau bisa juga produk atau jasa yang mereka butuhkan atau inginkan.

Perhatikan baik-baik kata-kata ini “yang mereka butuhkan atau inginkan“.

Jadi orang datang ke Google, sudah tahu apa yang mereka butuhkan atau inginkan. Sehingga kalau Anda menjual produk atau jasa yang orang memang butuhkan atau inginkan, maka Google adalah tempat yang tepat bagi bisnis Anda untuk  melakukan online marketing.

Contoh keyword yang orang ketikkan di Google yang menunjukkan bahwa mereka membutuhkan sesuatu adalah seperti:

  • Obat Jerawat
  • Tas Sekolah Hello Kitty
  • Alat Pengusir Tikus Elektrik
  • Tukang Ledeng Surabaya
  • Digital Printing Bandung
  • Sulam Alis di Jakarta
  • Dan sebagainya

Jadi seperti yang bisa Anda lihat dari contoh-contoh diatas, tampak orang yang mengetikkan keyword tersebut adalah orang yang membutuhkan atau menginginkan sesuatu dan mereka mencarinya di Google.

Nah kalau produk atau jasa yang Anda jual adalah suatu merk yang sudah dikenal banyak orang, ini juga sangat bagus dipromosikan di Google semisal :

  • Sulam Alis Lionny
  • Kopi Kapal Api
  • Salon Miracle
  • Madu Al Mabruroh
  • Dan seterusnya

Jadi biasanya kalau sudah spesifik ada merknya seperti itu, Google adalah tempat yang bagus untuk bisnis Anda.

Lalu produk seperti apa yang TIDAK COCOK untuk di promosikan via Google? 

Secara umum ada 2 kategori produk yang kurang bagus dipromosikan via Google yaitu:

  • Produk yang tidak dibutuhkan atau dicari orang secara khusus seperti fashion (baju, tas, sepatu, aksesoris dll). Biasanya orang tidak mencari produk-produk ini secara khusus, tetapi kalau melihatnya, orang jadi tertarik beli. Para wanita biasanya begitu kan? Gak ada rencana beli baju, eh lihat ada baju bagus, jadi beli he..he.. Kalau yang sudah punya istri, pasti setuju 🙂
  • Produk unik atau produk yang belum diketahui oleh orang banyak. Jadi orang tidak tahu ada produk seperti itu. Misal mug dengan model lensa kamera DSLR. Orang tidak tahu ada produk seperti itu dan juga tidak terlalu dibutuhkan sehingga mereka tidak mencarinya di Google, tapi kalau melihat, mungkin penggemar fotografi akan membelinya 🙂

Nah bagaimana cara untuk promosi di Google?

Pada dasarnya cuma ada dua pilihan, Anda bisa pakai SEO agar website Anda bisa ranking tinggi di Google atau pakai Google Adwords dimana Anda bayar iklan agar iklan Anda tampil di Google.

Saya tidak akan membahas kedua hal itu lebih jauh di artikel ini, saya akan membahasnya di artikel lain saja karena juga panjang lebar penjelasannya.

Apa Produk dan Jasa yang Cocok di Facebook?

Nah bagaimana kalau Anda menjual produk seperti fashion, produk unik atau produk yang belum diketahui banyak orang?

Maka Anda harus masuk ke platform seperti Facebook dimana Anda bisa menampilkan gambar (atau video) dari produk/jasa Anda sehingga saat orang melihatnya mereka jadi tertarik.

Itu sebabnya kenapa menjual fashion (baju, aksesoris, tas, sepatu dll) di Facebook biasanya akan bagus karena beli fashion sifatnya adalah impulse buying atau bisa membuat yang lihat kepingin lalu beli, padahal gak ada rencana beli sebelumnya.

Produk atau jasa yang belum dikenal banyak orang juga cocok di Facebook karena asal tepat dengan target marketnya, maka semakin banyak akan mengenal produk/jasa Anda, ujung-ujungnya penjualan juga akan bagus. Sehingga Facebook sebenarnya juga cocok untuk membangun brand dari produk/jasa Anda, dari tidak dikenal orang, sampai jadi terkenal.

Tetapi, Anda harus cerdas kalau mau melakukan Facebook Marketing…. Kenapa?

Anda harus menyadari bahwa orang datang ke Facebook.com atau membuka aplikasi Facebook di smartphone, bukan untuk mencari informasi atau membeli sesuatu. Terus untuk apa?

Anda membuka Facebook biasanya karena Anda bosan, tidak tahu mau ngapain, terus Anda ingin tahu, ada apa yang menarik di Facebook, betul tidak? 🙂

Kadang ada yang bilang ke saya, buka Facebook untuk refreshing 🙂 Agak heran juga, sekarang ini banyak orang refreshing dengan cara buka Facebook he..he..

Pada intinya orang membuka Facebook untuk mencari atau melihat sesuatu yang menarik.

Nah oleh sebab itu, kalau Anda ingin membuat orang tertarik dengan bisnis Anda di Facebook, maka Anda harus membuat atau menawarkan sesuatu yang menarik. 

Jangan menampilkan gambar produk yang boring dan tampak seperti iklan. Orang sudah bosen lihat iklan, apalagi mereka datang ke Facebook, bukan untuk melihat iklan tapi untuk mengusir kebosanan mereka.

Itu sebabnya sesuatu yang lucu, inspiratif, konyol dan kontroversial selalu menarik di media sosial seperti Facebook karena semua hal tersebut bisa membuat mereka tertarik dan mengusir kebosanan mereka.

Membuat strategi Facebook Marketing yang mendapat banyak respon, viral dan menghasilkan, memang bukan hal yang mudah. Itu sebabnya penting Anda belajar dari orang-orang yang sudah punya berpengalaman di Facebook Marketing ini.

Video Series GRATIS tentang Facebook Marketing

Pelajari Video Series GRATIS tentang Strategi Facebook Marketing yang Efektif, Low Cost dan High Profit yang telah terbukti menghasilkan omset ratusan juta.

Akses GRATIS Video Series

Apa Produk dan Jasa yang Cocok di Instagram?

Nah bagaimana dengan Instagram? Lagi banyak orang di Indonesia yang lagi suka pakai Instagram. Jualan pun juga rame di Instagram dan pasti pernah dengar banyak orang yang sukses dapat omset besar dari cuma jualan di Instagram.

Apakah artinya Anda harus aktif dan lakukan marketing di Instagram?

Jawabannya adalah tergantung 🙂

Sama seperti Facebook, Instagram  menggunakan foto/gambar karena sebenarnya merupakan media sosial untuk picture/gambar dan sekarang video juga.

Jadi mirip dengan Facebook, Instagram cocok untuk produk-produk yang kalau orang lihat, jadi tertarik, seperti fashion (baju, aksesoris, sepatu dll).

Dan satu hal yang harus Anda ketahui adalah 50% pengguna Instagram di Indonesia adalah umur 18-24 tahun. Hampir 25% antara 25-34 tahun. Mayoritas 56% adalah wanita.

Jadi menjual obat atau produk kesehatan untuk usia lanjut, sudah pasti tidak akan laku 🙂

facebook-buys-instagramInstagram beberapa tahun lalu dibeli oleh Facebook dan saat ini dimiliki oleh Facebook sehingga sekarang Facebook belum lama ini meluncurkan mekanisme pasang iklan di Instagram melalui Facebook Power Editor.

Hal ini tentu akan semakin memudahkan dan mempercepat online marketing di Instagram. Oleh sebab ini adalah amteri penting, kami memutuskan juga akan membahasnya  di Workshop FB Success Blueprint.

Kesimpulan

Jadi dari penjelasan diatas, saya harap Anda sudah bisa mengambil kesimpulan, dimana energi dan upaya Anda seharusnya dicurahkan untuk online marketing dari bisnis Anda.

  • Google cocok untuk produk  yang dicari atau dibutuhkan orang atau merk produk sudah dikenal.
  • Facebook cocok untuk produk-produk yang memang tidak dicari secara khusus tetapi kalau orang melihatnya akan jadi tertarik, seperti fashion. Facebook juga bagus untuk membangun brand atau  produk yang sebelumnya tidak dikenal jadi lebih dikenal orang banyak.
  • Instagram sama dengan Facebook tetapi cocok untuk produk yang target marketnya usia lebih muda (< 34 tahun) dan wanita.

Sukses Besar untuk Anda,
Sukarto Sudjono

 

PS: Jika Anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat, tolong SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, Google+ atau Linkedin) yang kami sediakan. Terimakasih 🙂

Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan tentang artikel diatas. Saya berusaha membaca setiap komentar dan  menjawab pertanyaan yang masuk. 

  • Bangkit Pratama Putra

    Kalau mau mempromosikan workshop bagusnya lewat apa pak?

    • Workshop tentang apa ya? Menurut saya kalau untuk promosi Workshop lebih bagus menggunakan Facebook 🙂

      • Bangkit Pratama Putra

        Workshop hypnotherapi dngan biaya lebih dari 3 jt, untuk landing page nya bagus ke fans page/profil facebook atau lansung ke website mas?

        • Wow nice workshop, kalau saran saya bisa coba iklan ke landing page di mana pada landing page terdapat opt in, tapi perlu dipastikan lading page benar-benar bagus dan ada value yg diberikan agar orang mau opt in (subscibe email), misal gratis e-book atau video yg relevan 🙂

          • Bangkit Pratama Putra

            Apakah anda tertarik? Hehehe? Apa kah harus seperti itu? Kalau visitor di redirect ke website saja (tanpa opt-in) agar tau lebih banyak bagaimana? Oh ya untuk budget mininal bagusnya brp mas?

          • Saya setuju dengan cara Hans, untuk workshop di mana musti byr 3jt, lbih baik ada subcribe email. Arahkan landing page, lalu tangkap list emailnya. Dan difollow up.

            Budget iklan bs dimulai sedikit dulu 20rb, trus naik naik sesuai hasilnya

          • Untuk saat ini belum Pak, hehehe… Bisa aja sih tanpa opt-in tapi akan lebih maksimal apabila pakai opt-in. Soal budget, nah ini sudah agak teknis, kalau saya biasa pakai budget FB Ads seminimal mungkin yaitu $1 per day (kalau rupiah sekitar 14rb). Seiring performa iklan (dan konversi) kita bisa naikkan budgetnya secara bertahap.

    • Karena workshop yang ditawarkan kemungkinan besar belum dikenal orang shg mereka tidak search di google, maka yang bagus ya di Facebook. Tetapi mekanismenya memang tidak bisa langsung ke sales page atau halaman penjelasan.

      Pengalaman saya menjual training/workshop selama bertahun-tahun (termasuk salah satunya topik ttg hypnotherapy dulunya), yang terbaik adalah melalui opt-in seperti yg sudah dijelaskan oleh rekan saya Hans & Ronny dibawah.. thanks.

  • Eki Selalubisa

    kalo mau jualan obat herbal cocoknya dimana ya pa sukarto?

    • Anda dapat menggunakan google Adwords untuk menjual produk herbal

    • Ketiganya bisa saja. Tapi paling bagus ya google dan facebook. Instagram lebih ke audiens anak muda, terutama cewek. thx

  • Eki Selalubisa

    terimakasih banyak pa roni dan pa sukarto, anda milyader-milyader tapi masih sempetnya bantuin kita yang belajar, insha allah Eki secepatnya ikut workshop MTO doakan

  • Eriyanti Tjahjadi

    kl saya mau menawarkan produk asuransi + inventasi + income (bisnis jaringan) sebaiknya dimana ya pak?

  • ike

    Jika produk seperti shoebox transparan atau produk makanan sebaiknya promosi dimana? Selama ini hanya via ecommerce saja. saya ingin lebih berkembang dan menemukan produk2 lain yg bisa dipasarkan juga. Dimana ya bisa tahu distributor atau pabrik atau agen2 besar yg kita bisa dropshipper tapi dengan harga yg bersaing.

    • produk tsb lbih cocok dijual di Social Media, FB dan IG