Nikmatnya Bisnis yang Memberikan Kebebasan

By Sukarto Sudjono

FREEDOM!!  FREEDOM!!  FREEDOM!!

Braveheart_impBegitulah teriakan dari William Wallace yang diperankan oleh Mel Gibson di film Brave Heart di akhir film saat sebelum dieksekusi hukuman mati.

Saya selalu merinding saat melihat bagian itu karena bisa merasakan kekuatan tekad dan karakter William Wallace yang memperjuangkan kebebasan bagi kaumnya melawan sang tirani atau diktator pada jaman itu.

William Wallace lebih memilih dieksekusi mati daripada mengakui tirani yang menindas kaumnya. Luar Biasa!

Film yang Sangat Menginspirasi!

Freedom atau Kebebasan memang adalah sesuatu yang diinginkan oleh manusia sejak jaman dulu. Manusia sejak jaman dulu ingin memiliki kebebasan dalam mengungkapkan pendapat, kebebasan dalam menentukan apa yang ingin dilakukan dan kebebasan untuk menjalani hidupnya seperti yang diinginkan.

Manusia dari asalnya tidak suka dikekang, tidak suka diatur terus menerus dan tidak suka hidupnya diatur oleh orang lain. Anda setuju dengan hal ini? 🙂

Nah saya menyukai konsep memiliki kebebasan atau freedom ini terutama yang berhubungan dengan karir atau bisnis. Saya tidak suka dengan ide untuk kerja di kantor yang sama, suasana yang sama dari jam 8 pagi s/d 5 sore setiap hari, selama 20 tahun ke depan he…he…

Saya ingin bisa bekerja jam berapapun saya mau. Mau subuh, mau malam, terserah saya. Mau kerja di kantor, mau kerja di coffee shop atau mau kerja di tempat rekreasi, terserah saya.

Itu sebabnya saya sejak dulu tahu bahwa saya tidak mungkin jadi karyawan terus menerus (saya sempat jadi karyawan swasta selama 4 tahun) karena rasanya tidak ada perusahaan yang mau memiliki karyawan yang semau gue seperti itu 🙂

Saya tidak tahu kapan persisnya keinginan untuk memiliki kebebasan seperti ini muncul, tapi kalau saya ingat-ingat, sepertinya sudah muncul sejak kecil yaitu saat saya merasakan jaga toko orangtua saya.

Orangtua saya memiliki toko retail di daerah Kalimantan Timur yang menjual dari berbagai macam barang, dari alat tulis, kelontongan, perawatan tubuh, perlengkapan kerajinan hingga  macam-macam barang yang saya juga tidak tahu persisnya.

Toko orangtua saya ini punya jam kerja yang sangaaaatttt panjang. Buka jam 7 pagi, tutup jam 9.30 malam, cuma tutup 1 jam saat siang hari. Setiap hari buka, termasuk hari Minggu dan tanggalan  merah pun tetap buka karena setiap hari toko ditutup, berarti tidak ada pemasukan, sayang kata orangtua saya.

Sejak kecil, saya dan saudara-saudara saya sudah disuruh bantu jaga toko setelah kami selesai sekolah ataupun pada saat liburan sekolah.

Saya saat itu bisa merasakan ketidak-sukaan menjaga toko karena harus melayani pembeli yang datang, lalu nunggu dan bengong saat tidak ada pembeli. Apalagi suasananya setiap hari ya gitu-gitu saja, rutinitas yang membosankan menurut saya.

Walaupun saya bersyukur, berterima-kasih dan salut untuk kedua orangtua yang bersedia menjalani rutinitas itu, dalam hati saya tahu, saya tidak suka bisnis yang seperti itu.

Saya ingin memiliki bisnis atau karir yang bisa memberikan kebebasan sehingga lebih fleksibel, baik jam kerjanya maupun tempat kerjanya.

Jadi saat saya mulai tahu adanya bisnis online (dulu pertama kali saya kenal dengan istilah internet marketing), saya langsung merasa “Eureka! Ini dia bisnis yang paling cocok buat saya!

Ada banyak kelebihan dari bisnis online sehingga membuat bisnis ini menarik. Saya pernah menuliskan 5 Hal Menarik dari Bisnis Online sehingga saya tidak akan mengulangi penjelasan itu lagi.

man-laptop-seaSelama 5 tahun terakhir, saya bersyukur bisa menjalani bisnis yang merupakan impian saya sejak kecil yaitu bisnis online yang memberikan banyak kebebasan.

Saya tidak harus ke kantor untuk kerja (walaupun saya dan istri memiliki kantor tempat tim kami bekerja).

Saya terbiasa bekerja di rumah dan kalau bosan saya pergi ke Coffee Shop atau tempat nongkrong, tinggal bawa laptop dan kerja dengan suasana baru. Enak lho seperti itu 🙂

Saya dan istri bisa antar anak kami ke sekolah dan jemput saat pulang dari sekolah. Saya ikut hampir semua acara dan kegiatan sekolah dari anak kami. Saya juga punya waktu untuk ngajari dia saat mau test atau ulangan.

Lalu kapan saya bekerja?

Kalau lagi rajin, saya bangun subuh (saya adalah morning person, jadi bangun jam 4 atau jam 5 subuh adalah hal biasa bagi saya). Kerja lagi setelah antar anak saya ke sekolah. Siangnya saya take a nap atau tidur siang he..he..

Lalu jemput anak dari sekolah dan kadang antar anak ke les dan kegiatan lainnya. Malam saya kadang kerja lagi sebentar setelah dia tidur. Jadi jam kerjanya sangat fleksibel. Saya tidak tahu Anda sukanya bagaimana, tapi jam fleksibel seperti inilah yang saya suka 🙂

Bisnis online juga memungkinkan kami pergi liburan saat bukan musim liburan, saat orang lain kerja. Anda harus tahu bagaimana enaknya liburan saat orang lain kerja he..he..

Tempat-tempat wisata lebih sepi, jadi lebih enak dinikmati, apa-apa tidak perlu antri. Tiket pesawat dan hotel, semuanya lebih murah. Kami paling tidak suka liburan saat lebaran atau akhir tahun karena dimana-mana penuh orang, semuanya serba mahal dan tempat wisata karena begitu padat, jadi tidak nyaman.

Saya dan istri saat ini masing-masing mengurus bisnis online yang berbeda. Istri saya lebih banyak yang mengurus bisnis toko online yang telah dimulai 3 tahun lalu, sedangkan saya lebih banyak ke bisnis informasi dan edukasi.

Dari awal kami sudah men-setup agar bisnis online kami ini bisa berjalan tanpa harus kami ada di kantor. Kami ingin bisa monitor bisnis kami dari manapun. Oleh sebab itu kami memiliki sistem dan tim. Kami sendiri lebih suka kerja dari rumah ataupun sambil travelling (ini hobi kami berdua he..he..).

Seperti belum lama ini, di akhir Maret kami pergi 11 hari ke Korea untuk self travelling atau jalan sendiri tanpa tour. Jadi bisa ngatur mau pergi mana saja, berapa lama dan jamnya fleksibel (kelihatan lagi kan, keinginan untuk bebasnya).

Ada satu moment saat perjalanan itu yang membuat saya diingatkan untuk bersyukur atas kebebasan yang diberikan oleh bisnis online.

Saat itu, kami sedang berjalan-jalan menikmati Taejongdae di Busan yang merupakan tempat wisata yang terletak di ujung semenanjung Korea.

Pemandangannya indah, tebing-tebing dengan ombak pantai yang besar, mirip dengan Bali, tapi udara cukup dingin (sekitar 10-12 derajat celcius) jadi enak banget untuk jalan kaki. Tempatnya relatif sepi dan bunga-bunga sakura sedang mekar saat itu, wah indah banget 🙂

Nah saat menikmati dan menjelajahi Taejongdae tersebut, tiba-tiba istri saya berkata “Kita nanti perlu berhenti sebentar di suatu tempat, karena barusan dapat laporan dari tim di kantor ada barang yang kosong karena penjualannya lagi kencang sehingga stok habis dan perlu kulakan lagi.

Saya memang sewa pocket wifi router selama di Korea sehingga kami tetap terkoneksi internet sehingga bisa komunikasi dengan mudah dengan tim kami.

Jadi akhirnya kami berhenti di sebuah coffee shop di mercu suar disana, kita pesan kopi dan teh panas (karena angin sangat dingin saat itu), sedangkan istri saya pesan barang ke supplier pakai iPad nya dan transfer pembayaran.

Kulakan-di-Korea

Kulakan barang sambil menikmati view spektakuler di Busan, Korea

Sambil  menunggu istri saya menyelesaikan urusannya (sekitar 30 menit), saya minum kopi hangat sambil menikmati pemandangan spektakuler di bawah sana.

Minum-Kopi-Taejongdae

Minum kopi hangat sambil menikmati pemandangan indah

Ah betapa nikmatnya punya bisnis yang memberikan kebebasan 🙂 Thank you… Thank you… Thank you…

Saya menceritakan ini semua bukan untuk pamer atau menyombongkan diri, jauh dari itu. Saya menceritakan ini semua untuk menginspirasi Anda, bahwa ada alternatif lain yang bisa Anda lakukan sehingga bisa memiliki kebebasan dalam hidup Anda.

Anda tidak harus kerja di kantor, dari pagi sampai sore (bahkan sampai malam kalau di Jakarta) selama puluhan tahun, bertemu keluarga saat malam hari, sudah capek, pinginnya tidur. Besok rutinitas diulangi kembali.

Anda punya pilihan!

Anda tidak perlu merasa bersalah saat memiliki keinginan dan impian untuk memiliki kebebasan dalam karir dan bisnis Anda sehingga jam kerja Anda lebih fleksibel, kerja bisa darimana saja dan bisa meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarga Anda.

Lumrah manusia memiliki keinginan itu….

Saya dan istri setiap hari bersyukur, bisa memiliki kebebasan yang kami nikmati saat ini. Sesuatu yang bertahun-tahun yang lalu hanya sebuah impian. Bisnis online telah memungkinkan ini semua.

You Can Do It! Yang Anda perlukan hanyalah Memulai Langkah Pertama….

Salah satu model bisnis online sederhana yang bisa Anda kerjakan secara paruh waktu adalah toko online. Anda bisa baca artikel Strategi Toko Online yang Efektif dengan Modal Terbatas atau lihat video gratis yang kami bagikan tentang hal ini. 

Semoga apa yang saya sharingkan ini memberikan inspirasi dan semangat baru bagi hidup Anda.

Sukses Besar untuk Anda,
Sukarto Sudjono

 

PS: Jika Anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat, tolong SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, Google+ atau Linkedin) yang kami sediakan. Terimakasih 🙂

Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan tentang artikel diatas. Saya berusaha membaca setiap komentar dan  menjawab pertanyaan yang masuk. 

  • Yes Freedom…:-)

    2015 ini memang tahun yang membuat mata saya terbuka bahwa Bisnis Online adalah industri yang berkembang pesat dan hampir semua bisnis bergerak ke arah online sekarang.

    Nice, tulisan yang memberi inpirasi 🙂

  • Terima kasih banyak Pak Sukarto utk artikelnya yang sangat inspratif…!

    Ya, FREEDOM adalah kata2 powerful yang saya dan isteri sedang serukan bbrp hari ini. Sy sudah memulai langkah pertama dan kami tidak akan berhenti sampai FREEDOM ini tercapai…!

    Sampai jumpa di Seminar MTO Jakarta mendatang 🙂

    • Halo pak Eko, terimakasih sama-sama 🙂

      Saya turut senang kalau Anda sudah mengambil langkah pertama, karena yang paling berat adalah itu. Maju terus, pantang menyerah.

      Sampai jumpa ya pak di MTO Jakarta Juni nanti.

  • Yusak Theo

    pak Sukarto, thank you.. buat artikelnya…saya juga orang pekerja masuk jam 8 pulang jam 5 sore. tapi setiap artikel dari pa Sukarto, mem push saya terus untuk maju demi untuk persiapan kehidupan saya nanti…karena freedom suatu anugerah bagi kita untuk menikmati dan membagikannya kembali ….sukses buat pa Sukarto, GBU…

    • Halo pak Yusak, terimakasih sama-sama 🙂

      Memang betul pak, Freedom atau Kebebasan adalah Hak Hidup Manusia yang perlu diperjuangkan dan di klaim.

      Semoga saya dan tim, semakin hari bisa semakin berbagi dan menginspirasi banyak orang meraih kebebasan yang diimpikan.

      Salam Sukses untuk pak Yusak… GBU 🙂

  • Terima kasih Pak Sukarto, artikelnya sangat inspiratif.
    Saya sendiri setelah lulus kerja di pabrik selama tujuh tahun, tiap hari datang ke tempat yang sama, bertemu orang yang sama dan mengerjakan hal yang sama. Yang saya nanti waktu itu hanyalah sabtu minggu atau tanggal merah (sampai hafal kapan nanti ada tanggal merah :))

    Berkat bimbingan Pak Sukarto sekarang mayoritas waktu saya bisa bekerja dari rumah. Pergi ke mall di jam kerja dan sudah tidak ingat lagi mana di kalender mana yang merah mana yang hitam 🙂

    Semoga lebih banyak orang lagi yang terinspirasi karena tulisan Pak Sukarto. Salam sukses!

    • Wah thank you pak David telah mampir disini dan komentar positifnya he..he..

      Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bisa bertemu dengan David, berteman hingga akhirnya jadi partner bisnis juga. Dan tidak lupa, partner pembelajaran di dunia bisnis 🙂

      Sukses untuk kita semua ya… 🙂

    • Wah pak david juga ada. memang komunitas orang2 hebat semua

  • Hallo Pak Sukarto, terima kasih untuk kisah inspirasi yang luar biasa.

    Saya dulu juga pernah kerja kantoran dari jam 8.30 hingga jam 17.00 selama 2 tahun dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan serta bimbingan pak Sukarto, akhirnya saya memberanikan diri untuk resign keluar dari kantor dan menekuni bisnis online sejak tahun 2012.

    Dan ternyata Financial and Time Freedom itu memang betul ada hehe…
    Terima Kasih pak Sukarto…

    • Thank you atas komentar nya Ron 🙂

      Salah satu yang saya syukuri juga dari menjalankan bisnis saya sekarang adalah bertemudengan orang-orang muda hebat seperti Ronny.

      Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bisa ‘sedikit’ berkontribusi membantu Ronny bisa financial and time freedom.

      Sukses untuk kita semua 🙂

  • Wah, terima kasih pak atas Artikel Inspirasinya.
    senang rasanya karena bapak memiliki pasangan yang memilki visi yang sama tentang bisnis, jadi ibarat kata mengendarai kendaraan maka jalannya bisa maksimal. Saya punya sedikit maslaah dengan situasi seperti itu pak.

    Saya secara pribadi mulai menggeluti bisnis 2 tahun lalu namun awalnya hanya belajar ke sana sini tetapi tidak berani action. Barulah 6 bulan belakangan ini mulai action.

    Ada satu hal yang saya minta sarannya Pak.
    Istri saya seorang pegawai Negeri, yang kemudain saya coba melakukan komunikasi mengenai masa depan keluarga dari bisnis internet ini. Di awal – awal sih dia menerima dan mau berdiskusi, tetapi ketika saya sudah mulai duduk di depan laptop terkadang istri saya itu kalau sudah pulang kerja terkadang melakukan aktifitas yang sedikit menghambat produktifitas saya.

    Jadi saya merasa bahwa di satu sisi saya menginjak gas mobil untuk jalan, tetapi di sisi lain istri saya menginjak Rem yang membuat jalannya mobil.

    Kira – kira pendekatan apa yang bisa saya berikan agar kami berdua bisa memiliki visi yang sama?

    Terima kasih Pak

    • Faruq OK

      mungkin lebih mengarah ke pola komunikasi aja menurut saya. coba usahakan komunikasi dg istri yang rileks pak, misal ngajak makan berdua, nginap di hotel bedua, pokoknya apa2 berdua dulu..

      pengalaman saya pertama juga gt pak. sampe2 istri nuduh saya selingkuh dg “laptop”..hehe..tp setelah saya lakuin diatas, justru istri yang banyak interaksi dg toko online kami..

      Monggo yang lain share..

      • Wah sampai dituduh ‘selingkuh’ dengan laptop ya pak ha…ha…

        Saya juga dulu awalnya sering bertengkar dgn istri saat baru mulai bisnis online karena istri belum ngerti saja potensi ini, ya untunglah selama kita fokus, konsisten dan punya tekad besar maka saat ada hasil yang ditunjukkan, segala sesuatu akan berubah.

        Thank you atas sharingnya pak Faruq,

        All the best for you 🙂

      • wah.ternyata banyak pengalaman yang sama pak ya. Terima kasih atas sarannya!

    • Pak Adhy, Saya menyadari kesulitan dan tantangan yang harus Anda hadapi ini. Memang tidak mudah membangun sesuatu yang Anda tahu berharga, kalau gak ada dukungan dari istri.
      Saya pribadi sudah pernah mengalaminya karena saat saya memulai bisnis online dulu, istri saya juga gak mendukung kok pak 🙂

      Dia tidak ngerti tentang potensi bisnis ini dan saat itu belum ada hasil yang bisa saya tunjukkan sebagai bukti dan saya sudah mengeluakan banyak uang untuk belajar Internet Marketing ini. Ini jadi sumber pertengkaran yang terus menerus dulunya 🙂

      Tetapi saat saya sudah mengambil komitmen dan mulai bisa menunjukkan hasil, maka pelan-pelan istri mendukung dan akhirnya bisa melihat potensi sesungguhnya.

      Dan sekarang malah istri saya yang memimpin operasional toko online kami ini. Dia sudah meninggalkan sama sekali bisnis makanan (dia pintar masak dan bikin kue) yang dulu dia bangun dan percayai.

      Dan dia sering bilang, bersyukur menemukan bisnis online yg sekarang dia jalankan, sering merasa heran dulu kok mau jalankan bisnis makanan dengan begitu sibuk dengan hasil sekedarnya.

      Sedangkan dari bisnis toko online ini, jamnya dia fleksibel, dia masih bebas dan banyak waktu untuk pergi belanja, dan dengan hasil yang diperoleh, dia bisa bantu keluarganya, bisa jalan-jalan ke luar negeri, semua bisa dimonitor secara online. Betapa senangnya dia sekarang ini 🙂

      Jadi pesan saya adalah kasi penjelasan tentang potensi bisnis ini ke istri Anda, minta dukungan dan Anda juga perlu memberi dukungan dan tanggap dengan kebutuhan istri Anda.

      Tunjukkan hasilnya maka saya yakin pelan-pelan istri Anda akan mengerti dan mendukung Anda.

      Salam Sukses untuk Anda!

      • wah terima kasih banyak pak atas sharing pengalamannya. Saya jadi semangat lagi. Mungki saya mesti lebih kreatif untuk memberi penjelasan kepada istri saya ya pak?

        Terima kasih atas doanya!
        adhy

  • Faruq OK

    Mantap pak Karto tulisannya…ya memang kebebasan finansial sangat nikmat..awal januari saya menikmati hasil kebebasan finansial saya pertama untuk jalan2 ke surabaya, jogja, magelang, solo, dan malang di saat kebanyakan orang lagi kerja di kantor, tp sayang, blum bisa ke korea ato ke LN lah. tp saya yakin, pasti bisa ke sana ngikutin SUHU MASTER SUKARTO…

    • Wah itu sih sudah perubahan besar pak Faruq 🙂

      Sudah bisa travelling ke banyak kota (saya rencana lakukan itu juga nanti bulan Juli). Mantapss pak, saya yakin pak Faruq makin hari makin berkembang.

      All the best for you!

  • grafisons

    Mau bilang apa lagi ttg Anda…you are just INCRIDBLY INSPIRING!!! 😀

  • Komentar Anda kena black-list otomatis oleh Disqus karena mencantumkan banyak URL website, tapi saya lihat Anda bukan mau spam, jadi saya approve.

    Menurut saya, Anda lebih baik fokus membangun sesuatu yang memberikan value kepada pengunjung website Anda.

    Jangan membuat website adsense, tapi buat website yg ada value nya. List building di niche berhenti merokok cukup bagus kok, karena itu problem yg orang ingin tahu solusinya.

    Nantinya kalau sudah memberi value, Anda bisa promote produk atau solusi utk masalah tsb.

    Semoga bermanfaat. thanks.

    • Manchunian Plis Sedjati

      Jadi menurut Bapak saya fokus ke Berhentimerokok (dot)net
      Membuat artikel tentang cara Berhenti merokok
      Kemudian kalau ada pembaca yang mau lebih dalam tau cara Berhenti merokok maka kita arahkan untuk menjadi member (beli)Berhentimerokok.
      Tp kalau artikel yang kita publish hasil content writer gimana Pak?
      Soalnya saya termasuk orang yg tidak terlalu suka menulis.

      • Oooh Anda gak suka menulis?

        Apakah karena topiknya tidak menarik bagi Anda, atau karena benar-benar tidak suka menulis?

        Anda bisa saja list building orang-orang yg mau berhenti merokok, setelah itu promote ke produk/jasa yg membantu orang berhenti merokok, jadi jangan buat membership dimana Anda harus buat banyak konten, dan kalau Anda tidak suka menulis, dan pake ghost writer, saya rasa content Anda gak punya energi. Yang baca bisa merasakannya.

        Kalau memang tidak suka menulis, saran saya Anda masuk ke model bisnis yang tidak terlalu butuh banyak menulis. Toko Online termasuk salah satu diantaranya.

        • Manchunian Plis Sedjati

          Ya begitu Pak tidak terlalu hobi menulis,mungkin karena energi sudah terpakai untuk kerja jadi tambah tidak minat.

          Aktualnya saya masih bekerja sebagai karyawan tambang(di Kaltim) yang jam kerjanya 11 jam(siang) dan 12 jam(malam).

          Untuk Toko Online … sementara ini memang sudah menjadi dropshipper pakaian bola(Jaket bola,kemeja bola,jersey,tas bola).
          Tapi belum punya produk sendiri dan belum punya toko Online-nya sendiri Pak.Saya ambil pun dari Marketplace Tokopedia yang penjualnya dari Bandung.Saya jualan masih sebatas posting di Facebook, Twitter,Instagram dan BBM.

          Menurut saya kalau belum punya produk sendiri maka kita akan kalah saing soal harga karena pasti harga barang dr penjual asli akan lebih murah.
          Kalau mau ambil produk sekitar tempat saya(Sukoharjo) mayoritas adalah Produksi Padi(Petani)

          Kalau menurut Pak Sukarto Bagaimana?

          Ngomong-ngomong soal bisnis online sebenarnya saya ada keinginan ikut workshop online(Google Adsense,Toko online,membership atau apapun bentuknya)
          Tapi karena saya cuti 3 bulan sekali ke Sukoharjo (dekat Surakarta/Solo) saya tidak pernah dapat jadwal yang pas untuk ikut Workshop.
          Di Solo pun jarang sekali diadakan workshop

          • Lho karyawan tambah di Kaltim? Kok sama ya profesinya dengan alumni MTO yang baru kemaren posting update progres bisnisnya. Beliau sudah resign karena bisnis onlinenya mulai jalan.

            Anda menjalankan bisnis toko online, tidak dgn pondasi yg benar. Ini saya share sharing beliau yang masuk kemaren, semoga menginspirasi.

            ———–

            Halo temen – temen semuanya 🙂

            Perkenalkan nama saya Divon Ariendra dari Cilacap, alumni Workshop MTO batch #14 Jakarta tanggal 6 -7 September 2014.

            Saya akan sharing sedikit saja tentang apa saja yang saya lakukan setelah mengikuti workshop MTO. Jujur, sepulangnya dari workshop MTO action yang saya lakukan masih sangat minim sekali, bahkan bisa di bilang hampir tidak pernah ngotak ngatik minisite lagi.

            Maklumlah kerjaan full setiap hari selama 12 jam sebagai karyawan tambang batubara & sering ngadatnya sinyal di daerah pelosok Kalimantan Timur membuat rasa malas untuk mengerjakannya semakin menjadi – jadi. 😀

            Hari demi hari berlalu hingga sampai lah pada bulan ke 4 setelah workshop alias bulan Januari 2015. Hati saya tergerak untuk kembali mencoba mewujudkan mimpi saya mencari uang dari rumah saja lewat bisnis toko online, demi tujuan utama saya bisa selalu berkumpul bersama dengan keluarga tercinta.

            Akhirnya saya niatkan lagi mulai dari awal untuk lebih berkomitmen mencapai target saya untuk sukses berjualan produk melalui toko online dengan strategi ala MTO dan mengajukan resign sebelum lebaran tahun 2015.

            Saya yakinkan diri saya bahwa saya harus berani meninggalkan perusahaan yang sudah memberi nafkah saya selama kurang lebih 7 tahun ini, demi mencari kebahagian batin yang lebih hakiki.

            Saya mulai lagi membuat beberapa minisite baru dan langsung saya iklankan seperti yang sudah di ajarkan saat workshop, sambil belajar mengulang kembali semua materi dengan menonton video tutorial dan juga rutin mengunjungi coaching forum MTO.

            Dan ternyata..nggak nyampe 3 hari setelah beberapa minisite baru tadi saya iklankan, hasil yang saya tunggu – tunggu tiba juga. PECAH TELUR dengan profit bersih 300ribuan, bahkan pernah sesekali mencapai profit nyaris 1jutaan. Alhamdulillah, strategi ala MTO memang bener – bener work..!

            Meskipun belum setiap hari mendapatkan profit bersih segitu, tapi kenyataan ini membuat saya memberanikan diri resign dari pekerjaan saya pada tanggal 11 Maret 2015. Kenapa saya berani memutuskan hal nekat seperti ini?

            Karena menurut saya dengan progress pengerjaan minisite yang masih setengah – tengah aja saya bisa menghasilkan profit segitu, bukan tidak mungkin kalo saya fokuskan 100% saya bisa mencapai target awal saya yaitu mendapatkan profit bersih sebesar 1juta setiap harinya.

            Buat temen – temen yang baru memulai atau bahkan sudah memulai jualan di toko online, fokus dan selalu yakinlah dengan apa yang temen – temen mimpikan.

            Takkan ada perubahan berarti jika kita tidak mau berusaha lebih keras dan lebih cerdas untuk mewujudkannya.

            Semua formula yang di butuhkan untuk sukses di bisnis toko online udah di ajarkan kok di MTO, jadi tinggal seberapa besar keinginan temen – temen untuk sukses di bidang ini sajalah yang akan jadi pembedanya antara yang gagal dan yang berhasil. 😉

            Akhir kata saya mohon doanya agar target awal saya mendapatkan profit bersih sebesar 1juta setiap harinya dari jualan di toko online ini bisa tercapai dan semoga temen – temen semua dapat mengambil hikmah dari cerita saya yang singkat ini. Aamiin..

            Tak lupa pula saya ucapkan banyak terima kasih untuk Pak Sukarto, Pak Steven & MTO Team atas semua ilmu dan supportnya selama ini.

            Salam Sukses Untuk Anda,

          • Manchunian Plis Sedjati

            Luar biasa Alumni MTO Pak Sukarto.
            Tapi memang Workshop-nya tidak diadakan di Solo ya?

            Ngomong-ngomong soal MTO sebenarnya saya sudah subcribe di MTO dari pertama launching.
            Tapi karena sudah beberapa kali workshop tidak bareng dengan jadwal cuti saya (90 hari sekali) jadi saya unsubcribe hehe

            Untuk itu mohon bantuanya masukan,saran kritik atau Workshop Pak Sukarto agar saya bisa tembus di Bisnis online.
            🙂

          • Mohon maaf, saya memang belum ada rencana mengadakan workshop di Solo. Saya running workshop berdasarkan alokasi waktu yg saya miliki sehingga gak bisa lakukan sering-sering.

            Ya akhirnya kota yg terpilih biasanya adalah kota dimana kita memiliki banyak alumni dan memang orang luar daerah mudah menjangkaunya seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung.

            Mungkin suatu hari ada jodoh bergabung. Keep learning, keep doing, salam sukses untuk Anda.

          • Manchunian Plis Sedjati

            Akhirnya dibalas juga hehe
            Sudah galau saya Pak,saya kira tidak dibalas oleh Pak Sukarto 🙂

            Kalau rencana Bulan Agustus akan ada workshop dimana Pak Sukarto?
            Mohon infonya siapa tahu bisa bergabung ikut workshop 🙂
            Soalnya saya cuti pertengahan Agustus Pak

            Sebenarnya saya sudah tentukan nanti Awal tahun 2015(setoran Bank lunas) saya akan resign dan fokus ke bisnis online.

            Itu saya foto langsung setelah saya tulis beberapa minggu yang lalu 🙂

            Semoga dengan feedback dari Bapak Sukarto ini awal dari rencana Saya.
            Amiin

  • Manchunian Plis Sedjati

    Ditunggu info secepatnya Pak
    Semoga saya bisa ikut Workshop MTO selanjutnya 🙂