Rahasia Kedua Meningkatkan Omset Toko Online Anda

By Sukarto Sudjono

Setelah mengetahui rahasia pertama untuk meningkatkan omset Toko Online Anda dan mempraktekkannya, saya yakin omset Anda akan naik. Mau semakin naik omset Anda?

Di artikel ini saya akan membahas apa rahasia dan strategi kedua yang bisa Anda lakukan untuk membuat omset bisnis Anda semakin meningkat. Strategi kedua ini bisa dilakukan apapun bisnis Anda, tidak hanya di bisnis toko online kok, malah idenya dapatnya dari bisnis offline 🙂

Rahasia Kedua Meningkatkan Omset Bisnis Anda

Apa itu? Jawabannya adalah: Buat Program Promosi Secara Berkala!

Anda tentu menyadari bukan, bahwa retailer besar seperti Hypermart, Carrefour, Sogo, Ace Hardware dan masih banyak lagi, selalu membuat Program Promosi dan lalu menginformasikan ke kita lewat koran, spanduk, sms, email dll.

promotion-wordsPerhatikan saat Anda masuk retailer besar tersebut, seringkali Anda disodorin sebuah brosur yang berisi produk-produk yang sedang promo, betul tidak?

Saya tahu persis kalau istri saya sampai menerima brosur yang disodorin di pintu masuk itu, kita pasti keluar bawa barang tentengan 🙂 Jadi dulu saya biasanya selalu menghindari menerima brosur promosi seperti itu he..he…

Tetapi setelah kami memiliki bisnis jualan secara online, saya terima saja untuk dipelajari, apa sih macam-macam promosikan yang mereka lakukan untuk meningkatkan omset mereka, smart kan 🙂 Sekalian nanti brosurnya bisa dipakai untuk bungkus sesuatu he..he..

Macam-macam promosinya, betul tidak?

  • Ada SALE Diskon 50% untuk item tertentu.
  • Ada Buy 1 Get 1 Free.
  • Ada belanja minimal sekian, bisa beli barang lain dengan lebih murah.
  • Terus ada lagi bundle dari beberapa barang, dijual dengan harga lebih murah.
  • Dan masih banyak lagi variasinya.

Mengapa Retailer Rutin (baca: Selalu) Membuat Program Promosi?

Rasanya tiap kali datang ke retailer besar seperti itu, selalu ada produk yang lagi di diskon atau dibuat penawaran spesial. Selalu Ada. Tidak pernah saya datang, mereka tidak sedang membuat sebuah program promosi tertentu 🙂

Apalagi kalau sudah mendekati masa-masa hari besar seperti Hari Raya Lebaran atau Natal / Akhir Tahun, tambah banyak saja penawarannya.

Kenapa mereka rutin atau selalu membuat program marketing dan promosi seperti itu?

Tidak lain dan tidak bukan karena program tersebut berjalan dan terbukti bisa meningkatkan omset mereka!

Customer atau pengunjung selalu senang dengan sebuah promo diskon,  penawaran khusus atau dapat hadiah tambahan. Saya rasa tidak ada orang di dunia ini yang tidak suka dapat diskon, dapat hadiah tambahan atau bisa lebih hemat uangnya.

Oh mungkin ada ya… kalau Anda uangnya sudah tidak pakai no seri (alias kaya banget) 🙂

Saya ingat dulu saat anak saya masih balita, kami sering pergi ke supermarket untuk beli susu bayi. Dekat rumah ada supermarket kecil yang harganya standard, tidak murah tapi ya juga tidak mahal.

Tapi gara-gara istri saya tahu sebuah program di sebuah supermarket besar (awalnya huruf H, jauh dari rumah) bahwa setiap belanja nominal tertentu (Rp 300.000 atau berapa gitu, persisnya saya lupa), kita akan dapat stiker. Lho?

Stiker ini terus ditempel di sebuah form yang disediakan dimana kalau form ini sudah full stiker (mungkin 15 atau 20 stiker) maka dia boleh membeli satu set pisau yang konon harganya Rp 1.500.000,- cuma dengan Rp 250.000,- 

BOLEH Beli, BUKAN Gratis lho!

Gara-gara stiker itu, kita harus pergi lebih jauh untuk beli susu. Tapi argumentasi istri saya adalah “Pisaunya bagus lho, kita belum punya“. Ya jadilah kita mengumpulin stiker dengan rajin 🙂

Artinya retailer besar tersebut sukses dengan program marketing tersebut, buktinya selain istri saya, saya juga melihat banyak ibu-ibu yang sibuk ngumpulin stiker pada saat itu he..he..

Jadi sekarang Anda mulai tahu kan, kenapa setiap retailer melakukan program promosi dan marketing secara rutin?

Tanpa membuat program marketing dan promosi secara rutin, dapat dipastikan omset mereka akan flat dan cenderung turun. Oleh sebab itulah mereka punya Marketing and Promotion Department yang setiap hari mikirnya cuma, apa program promosi dan marketing yang bisa dilakukan minggu atau bulan ini.

Bagaimana Menerapkan Strategi Ini di Bisnis Toko Online Anda?

Nah setelah mengetahui pentingnya membuat program promosi dan marketing, bagaimana efektifnya itu di dunia offline, jadi mengapa kita tidak melakukannya untuk bisnis online kita juga?

Saya bisa pastikan saat Anda rutin membuat program marketing dan promosi seperti itu, omset Anda bakal naik.

Nah, bagaimana untuk memulainya?

Anda tidak perlu membangun atau memiliki tim Marketing and Promotion Department dulu, baru Anda  merasa bisa membuat program marketing dan promosi seperti itu.

Sama sekali tidak perlu. Anda bisa saja baru punya beberapa staf di bisnis Anda. Atau bahkan mungkin masih ngerjain bisnis Anda sendirian, tidak apa-apa, berikut saya jelaskan langkah-langkahnya.

Yang penting syaratnya Anda sudah menjual berbagai macam produk dan Anda sudah punya customer atau toko online Anda sudah ada pengunjung (baik customer lama ataupun dari iklan).

Ok jadi langkah-langkah sederhananya adalah sebagai berikut…

1) Tentukan Program Marketing dan Promosi yang ingin Anda Buat

Coba Anda pikirkan, munculkan ide-ide, apa program marketing, promosi dan diskon yang bisa Anda buat di bisnis Anda.

Setiap bisnis berbeda, produk yang dijual berbeda, profit margin berbeda dan ada banyak faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan sehingga tidak ada program marketing yang baku untuk semua bisnis.

Buy 1 Get 1 Free mungkin cocok untuk bisnis jualan baju bayi karena profit margin besar tapi bangkrutlah kalau toko jualan kamera melakukan program Buy 1 Get 1 Free he..he.. 🙂 Jadi coba pikirkan apa yang masuk akal dilakukan di bisnis Anda.

Diskon50Persen

Berikut beberapa ide yang bisa Anda lakukan:

  • Diskon Spesial xx% untuk item tertentu dalam minggu ini.
  • Buy 2 Get 1 Free untuk kategori produk tertentu.
  • Paket Bundle dimana beli item X,Y dan Z sekaligus, bisa lebih murah dibanding beli sendiri-sendiri (ingat Paket Pahe McD?).
  • Diskon atau Harga Berjenjang. Jadi beli lebih dari 3 dapat harga khusus. Beli 12, dapat harga lebih murah lagi.
  • Diskon 14% untuk kategori produk kecantikan selama bulan Febuari (hari Valentine).
  • Beli item X bisa beli produk Y dengan harga sangat murah (subsidi silang).
  • Free Shipping untuk Jabodetabek untuk pembelian minimal tertentu.
  • Dan masih banyak yang bisa dibuat.

Ya sebenarnya variasi program marketing dan promosi bisa banyak sekali.

Tolong Anda beri masukan, apa lagi program marketing dan promosi yang bisa dilakukan, yang belum saya sebutkan diatas?

Berikan jawaban Anda di bagian komentar di bawah artikel ini. Biar latihan memunculkan ide kreatif dan juga membantu semua pembaca artikel ini juga 🙂

2) Setup Program Marketing dan Promosi di Sistem Toko Online Anda

Setelah menentukan program marketing dan promosi yang ingin Anda lakukan, Anda bisa setup program marketing dan promosi yang ingin Anda lakukan di sistem toko online yang mendukung seperti WooCommerce, Magento, Prestashop atau lainnya.

Hal ini akan jauh memudahkan Anda karena semua berjalan dan terhitung secara otomatis, bukan manual. Jadi kalau misalkan Anda buat program Buy 2 Get 1 Free untuk item tertentu, maka saat seseorang menambahkan 3 item tersebut ke keranjang belanja, otomatis yang ditagihkan hanya 2 saja, keren kan? 🙂

Mau manual sih bisa saja, tetapi tentu akan lebih ribet dan rawan kesalahan karena faktor human error.

Apalagi kalau Anda sedang menjalankan beberapa program marketing sekaligus dimana misalkan Anda membuat program Buy 2 Get 1 Free hanya untuk kategori X dan Y, sedangkan untuk kategori Z ada program diskon 15% dengan minimal pembelian sekian, sampai dengan akhir bulan ini.

Mulai tidak masuk akal untuk mengajari dan mengingatkan seluruh CS untuk memproses order secara manual. Kemungkinan untuk salah jadi besar, dan akhirnya saat terjadi kesalahan, entah customer yang dirugikan sehingga marah dan komplain atau kemungkinan satunya adalah Anda yang mengalami kerugian he..he..

Itu sebabnya di artikel 7 Hal yang Wajib Dimiliki oleh Toko Online Utama Anda, yang no 6, disebutkan agar Toko Online Anda bisa berkembang lebih besar ke depannya, Anda perlu memiliki sistem toko online yang bisa membuat berbagai program marketing dan promosi.

Mengatur program marketing dan promosi yang sederhana seperti yang dijelaskan, mungkin cuma butuh waktu 15-20 menit saja di sistem yang sudah siap.

Jika Anda ingin membuat dan membangun Toko Online yang memungkinkan Anda untuk membuat berbagai program marketing dan promosi, dimana Anda dipandu langkah demi langkah melalui video tutorial, silakan baca informasinya di WooBrandStore.com.

ATAU bisa juga menggunakan theme toko online yang kami rekomendasikan untuk bisa membuat program marketing yang sederhana seperti kupon diskon, tabel harga grosir dll.

3) Broadcast dan Informasikan Program Marketing dan Promosi Anda

Setelah Anda siap, maka Anda perlu menginformasikan program marketing dan promosi yang sedang berjalan ke dua kelompok orang,  yaitu:

  1. Customer lama yang pernah membeli di toko Anda. Bisa melalui email, BBM, SMS, Facebook dll.
  2. Pengunjung toko online Anda. Jadi saat ada di website toko online Anda, pengunjung tahu program promosi yang sedang berlangsung. Bisa dengan membuat dan menampilkan slider/banner di homepage ataupun menggunakan Notification Bar dimana Anda bisa menginformasikan program marketing dan promosi di baris paling atas website yang muncul di semua halaman.

Jadi tiga langkah sederhana itulah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan omset bisnis Anda melalui program marketing dan promosi. Lakukan 3 langkah diatas secara rutin dan berkala, saya bisa pastikan omset Anda akan meningkat.

Oh ya, Anda bisa memberikan beri ide-ide tentang apa program marketing dan promosi yang menarik, yang bisa dilakukan di bisnis toko online.

Berikan jawaban Anda di bagian komentar di bawah artikel ini. Biar latihan memunculkan ide kreatif dan juga membantu semua pembaca artikel ini juga 🙂

Salam Sukses Besar untuk Anda,

Sukarto Sudjono

  • Pak mau tanya. Apakah wbs ini hanya untuk toko online?

    • Boleh tahu kebutuhannya pak Adhy seperti apa? Kami akan berikan solusi terbaik sesuai kbutuhan pak Adhy

      • Saat ini saya menyediakan jasa pembuatan website dan terkadang melakukannya secara offline saat bertemu dengan teman. Biasanya mereka menanyakan untuk membuat website pribadi. Juga terkadang ada yang minta dibuatkan website untuk bisnisnya seperti member MLM yang mau menjelaskan tentang produknya.

        Nah kebutuhan saya sebenarnya mencari website yang bisa digunakan untuk multi fungsi.

        Terima kasih
        Adhy

        • Oh kalau WBS memang khusus untuk toko online, spesifik course menggunakan woocommerce untuk bangun toko online yg powerful.

          Kalau Adhy sudah belajar banyak ttg online marketing dan website development, maka setiap kebutuhan berbeda tsb bisa disesuaikan.

          thx

          • terima kasih pak atas konfirmai dan penjelasannya. Satu pertanyaan lagi mengenai toko online yang pak Sukarto jadikan sebagai contoh. Harleydavidson itu menggunakan custom theme atau kita juga bisa membuatnya seperti itu dengan thema gratisan yang disediakan nantinya pak?
            Terima kasih

          • Harley Davidson saya yakin merupakan custom theme yang dibuat oleh developer mereka.

            Ada ratusan woocommerce theme yang ada di market, kita menjelaskan salah satu free theme populer yg bagus di WBS Course agar peserta mengerti fundamental nya shg bisa explore sendiri woocommerce theme lain nantinya.

            thx

          • ok. terima kasih pak atas infonya!

  • Pak saya mau tanya, terkadang kita sudah membuat website online dengan sistem yang sudah canggih dan plugin yang mutahir, tetep aja customer maunya pesen lewat line / whatsapp.. padahal juga sudah di buatin one page checkout yang bener2 simple. Apakah ada saran pak sebaiknya bagaimana ? *udah di promosiin juga khusus beli lewat website dapat diskon 10% gitu* … Terima Kasih pak.

    • Memang perlu diakui kalau market Indonesia masih lebih suka belanja dengan interaksi langsung melalui SMS, BBM, WA, Line, dll. Cara Pak Arif sudah betul, termasuk dg memberikan diskon yg hanya berlaku untuk order via web, dengan cara ini kita dapat mengedukasi pelanggan.

      Beberapa pelanggan saya yg sudah mulai terbiasa order langsung pun akhirnya lebih memilih untuk order via website (add to cart), karena mereka menyadari cara tersebut lebih cepat (tidak perlu nunggu balasan dari kita), pokoknya mereka terima beres dan pesanan dikirim. Kita sebagai penjual pun cukup terima konfirmasi pembayaran dan kirim barang, hehehe…

      • Yap betul hehe, btw saya mau tanya2 tentang terima konfirmasi pembayaran, agar bukan kita yang mengecek terus ( agar kita tidak selalu dikantor, bagaimana ya caranya kasih SOP ke bagian finance kita, agar tidak terjadi fraud) apa lagi kalau transaksi perhari bisa mencapai 100 transaksi.

        Enak nya bahas ini dimana ya ? saya baru coba pakai disqus nih.. hehehe

        • Kalau saya mendelegasikan tugas untuk cek rekening bank ke staff saya. Di mana laptopnya, sdh saya setting, menggunakan lastpass (addon mozilla), jadi saat login username, langsung password terisi.

          Tujuannya, lebih ke arah, tidak perlu ketik manual, menghindari kesalahan salah ketik password sebnyk 3x.

          Seandainya staff tahu password pin klikbca, itu jg tdk masalah. Karena token yg pegang saya 🙂

          Ini tugasnya hanya cek uang masuk saja. Untuk SOPnya, saya pakai aplikasi dari google drive dengan google sheet (seperti excel modelnya).

          • Nah Pak sekarang saya mau tanya soal Sistem auditnya atau bank rekonsiliasi nya, kan bisa saja semisal Customer A konfirmasi pembayaran tapi si A tidak bayar sebenarnya, tetapi si Admin ini ada Loss (jadi di approve) , karena ketika transaksi mingguan sudah ada 1000 lebih dengan nominal yang kurang lebih mirip2, ini kan agak susah ya untuk kita tahu loss nya. Apakah pak Ronny ada saran ? (karena kalau kita audit 1 1, habis juga waktu kita). Thankyou pak

          • Kalau saya pakai sistem kode unik. Jadi setiap yang transfer itu ada kode uniknya. 2 digit di belakang nominal uang yg mau ditransfer sebagai tanda ini punyanya Si A, B dst.

            Lalu kalau saya, menggunakan cara cocokan bank, saat mau closing di saat sblm paket / pesanan dikirim.

            Cocokan bank ini, saya buat SOP, saldo / balance uang di sistem (app saya), harus sama persis dengan saldo / balance uang di klikbca. Kalau ada yg geser (berbeda), harus tracing, audit satu-satu, mana yang salah nge-LUNASinnya.

            Jadi audit, tracing satu satu nga selalu dilakukan, hanya sja, kalau terjadi tidak klop antara uang di sistem saya dengan di sistem klikbca saja.

            Kalau punya 3 bank berbeda, ya lakukan saja smuanya seperti itu.

          • Halo pak Ronny, terima kasih sudah membalas pertanyaan saya,

            untuk app bapak itu maksudnya apakah WooCommerce / Quickbooks / Seperti Stitchlabs ya pak ?

            Terima kasih.

          • Oh, sistem itu yg saya maksud adalah flow pencatatan uang masuk dan keluar.

            Di atas, saya ceritakan flow SOP nya, untuk aplikasinya bebas menggunakan apapun. Kalau pakai woocommerce, kurang pas untuk saya, karena ada transaksi yang terjadi di luar woocoomerce seperti customer kontak langsung via telepon.

            Kalau pakai software accounting seperti : Quickbooks, hasil lebih akurat ya dibandingkan kita pakai catat Gdrive GSheet, (bs tejadi human error).

            Jadi pada dasarnya, Anda perlu SOP yang tepat, sehingga semua bisa dikontrol dengan DesktopApps atau WebApps.

          • Wow seminggu 1000 lebih mutasi hebat, dah gede banget pasti nih bisnisnya pak Arif ini 🙂

            Pada prinsipnya di manajemen sistem, selalu ada 2 layer, yang jalankan sistem dan yang supervisi (supervisor) yg memastikan sistem dilakukan dgn benar.

            Itu sebabnya sales selalu ada sales supervisor. Bagian accounting ada bagian auditor.

            Demikian juga dgn cek mutasi seperti ini, satu staf yg lakukan approval mutasi, yang lakukan supervisi bisa Anda atau staf khusus.

            Cara sederhana adalah berapa banyak total yg di approve staf admin, dibandingkan dgn total uang yang masuk di semua rekening. Kalau selisih banyak, ya harus dicek.

            Kalau tidak mau habis waktu, ya tugaskan staf yg khusus supervisi.

            Setelah itu buat rule konsekuensi atas kesalahan. Jika ada kesalahan dala seluruh proses ini, maka ada konsekuensi dipotong gaji/bonus.

            Sistem seperti ini akan membuat kesalahan sangat minim, seharusnya kurang dari 0.5%. Tapi kalau sering, maka harus ditelusuri, kesalahan nya ada dimana.

            Mungkin nilai transaksi yg sama, sehingga perlu pake sistem seperti yg pak Ronny jelaskan, pake kode unik.

            thx

          • Hi Pak Sukarto, terima kasih atas balasannya, baik pak kalau begitu nanti saya coba mungkin auditor dari luar untuk cek 1minggu atau 1bulan sekali kali ya..

            saya sangat menyesal baru tau ini website untung kemarin pas cari – cari rekomendasi hosting antara bluehost atau siteground ketemu website ini di google.

            dan saya bener bener ga nyangka ternyata ada yang jelasin plugin yang saya pakai (woocommerce) di Indonesia secara lengkap disini.

            oh ya pak saya ada referensi website bagus juga ini businessbloomer.com dia orang ireland dan banyak sekali tips woocommerce yang sangat detail banget ( sampai kayak kalau di checkout page matiin tombol enter, supaya customer gak salah kalau mereka kepencet)

            Terima kasih pak sudah berbagi, oh ya ngomong – ngomong apakah ada rekomendasi software accounting yang bapak pakai kah ? hehe

          • Terimakasih sama-sama 🙂 Senang jika website kami bisa membantu Anda.

            Dan terimakasih atas sharing resources nya, akan kita pelajari segera.

            Untuk software accounting, bisnis saya sendiri belum pakai karena kebutuhannya belum mendesak ke arah sana, sambil masih riset dan mencari yg sesuai kebutuhan kami.

            Dari alumni, ada yang sudah pakai Accurate, ada yg sudah coba BosToko (solusi cloud dari telkom). Tetapi lebih banyak yang masih admin manual.

            Semoga bermanfaat. All the best for you!

    • Menurut saya kemungkinan nya ada 2 jika sistem Anda sudah simple/sederhana yaitu :

      1) Customer baru. Mereka belum percaya dan merasa nyaman sebelum bisa chat/interaksi dgn penjual. Edukasi mereka utk order berikutnya bisa lewat shopping cart agar dapat diskon.

      2) Customer lama. Mereka tidak tahu soal diskon promo dan kelebihan order via shopping cart, perlu diedukasi.

      Saya menemukan semakin hari semakin banyak orang yg order lewat Brand Store kami. Jadi mmg cuma masalah edukasi dan waktu saja.

      • Hi Pak, Terima kasih penjelasan nya, akan saya lakukan seperti yang bapak bilang, btw tentang brand store bapak itu yang e-book atau barang konsumen seperti baju dan lain2, karena kan kalau yang e-book jelas rata – rata sudah biasa menggunakan internet, nah yang biasanya konsumen goods ini yang agak susah. Terima kasih

  • dodon saputra

    permisi pak, saya mau tanya saya punya toko on line sudah hampir setahun tapi blm ada yg beli, gmn caranya pak ya, mohon bimbingannya, dari bapak. terima kasih sebelumnya.

  • Saya bantu jawab ya.

    untuk fb, line, IG, memang prosesnya adalah manual, di mana mereka kontak ke kita, terus terjadi proses tanya jawab, kmudian transfer uang untuk pmblian di kita.

    Kalau website, ada proses add to cart (masukkan ke keranjang), di mana ada proses hitung jne (paket ekspedisi), secara otomatis.

    Anda dapat melakukan otomatisasi melalui website. Anda dapat membaca lebih detail di

    http://bbilink.com/wbs