Jualan di Marketplace atau di Toko Online Sendiri?

By Sukarto Sudjono

Jualan di Marketplace atau di Toko Online Sendiri? Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan. Di artikel ini saya akan membahas  apa kelebihan dan kekurangan masing-masing.

jualan di marketplace

Seperti yang pernah saya bahas di beberapa artikel atau video yang pernah saya sharingkan sebelumnya bahwa belanja online di Indonesia meningkat sangat tajam selama beberapa tahun terakhir ini.

uptrend-chartSemakin hari semakin banyak orang di Indonesia yang merasa lebih nyaman untuk belanja secara online. Mereka semakin menyadari kemudahan dan banyak waktu yang bisa dihemat dengan belanja secara online.

Hal ini terjadi karena selama beberapa tahun terakhir, koneksi internet di Indonesia semakin cepat dan semakin murah. Smartphone atau tablet semakin murah juga. Jadi tidak heran kalau pertumbuhan omset belanja online di Indonesia menunjukkan grafik naik secara tajam.

Nah untuk memanfaatkan situasi ini, tentu Anda mulai berpikir, saya harus mulai jualan secara online nih, tapi bagaimana caranya?

Ada banyak cara, banyak strategi dan banyak platform/sistem yang bisa Anda gunakan untuk menjual secara online. Saking banyaknya pilihan, orang awam kebanyakan jadi bingung, tidak tahu harus mulai dari mana.

Saya ada menulis artikel Strategi Toko Online yang Efektif dengan Modal Terbatas, tetapi kali ini saya ingin membahas pertanyaan yang sering diajukan ke saya yaitu :

Lebih baik jualan di Marketplace atau di Toko Online sendiri?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan mulai dari menjelaskan apa itu marketplace, bagaimana cara kerjanya, lalu apa kelebihan dan kekurangan jualan di marketplace dibanding dengan jualan di toko online Anda sendiri.

Ayo kita langsung mulai….

Apa Itu Marketplace dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Salah satu alternatif untuk menjual sesuatu secara online adalah dengan jualan di marketplace atau istilah sederhana dalam Bahasa Indonesia adalah jualan di pasar online 🙂

Beberapa marketplace yang populer di Indonesia (saya yakin Anda pernah lihat iklannya, baik saat lagi browsing, di facebook, di BBM Messenger atau bahkan di TV) adalah :

  • Tokopedia
  • Buka Lapak
  • Lazada
  • Elevania

Marketplace diatas berbeda dengan situs iklan baris seperti OLX ( dulu Toko Bagus dan Berniaga). Marketplace juga berbeda dengan website E-Commerce besar seperti : Blibli, Zalora dan sebagainya.

Perbedaannya terletak di cara kerjanya. Agar Anda lebih jelas tentang perbedaan cara kerja website/situs besar diatas, saya akan menjelaskan cara kerja dari masing-masing jenis situs tersebut.

Cara Kerja Situs Iklan Baris

iklan-barisCara kerja website iklan baris seperti OLX, sama persis dengan iklan baris di koran, jadi saya rasa Anda sudah lumayan mengerti.

Anda sebagai penjual bisa pasang iklan, lalu prospek yang tertarik menghubungi Anda secara langsung, baik via HP, email, chat (yang Anda cantumkan di iklan Anda).

Jadi OLX sama sekali tidak ikut peran dalam transaksi atau komunikasi yang terjadi antara pemasang iklan (penjual) dengan calon customer. OLX hanya menyediakan tempat untuk beriklan.

Tingkat keamanan dari transaksi yang terjadi melalui iklan baris tentu lebih rendah, oleh sebab itu pihak OLX sendiri pun menyarankan Anda sebagai pembeli bertemu langsung dengan penjual untuk melakukan transaksi.

Cara Kerja E-Commerce Besar

Lain lagi dengan E-Commerce besar seperti Blibli (sering muncul di iklan TV, bahkan jadi sponsor turnamen bulutangkis tingkat dunia baru-baru ini) atau Zalora dan masih banyak lagi.

big-retailerMereka di dunia nyata, mirip seperti retailer besar atau Department Store di Mal seperti Sogo, Metro, Hypermart, Ace Hardware dan lain-lain.

Jadi cara kerjanya mereka punya banyak supplier, tapi retailer besar ini yang menyeleksi dan mengkontrol produk-produk yang ingin mereka jual, mengatur stok produk dan pengiriman barang juga kebanyakan dikirim dari mereka sendiri.

Oleh sebab itu kalau Anda lihat di Blibli seringkali yang tampak adalah produk dari brand-brand besar yang mereka ajak kerjasama. Kualitas produk secara umum di situs E-Commerce sejenis ini biasanya lebih bisa dipertanggung-jawabkan.

Cara Kerja Marketplace

marketplaceNah marketplace atau pasar online punya cara kerja yang berbeda lagi. Marketplace populer seperti Tokopedia atau Buka Lapak mempertemukan banyak penjual dengan banyak pembeli.

Mereka menyediakan tempat, fasilitas dan infrastruktur agar penjual dengan pembeli bisa dengan mudah melakukan transaksi.

Jadi perusahaan marketplace seperti ini tidak menjual produknya sendiri, mereka tidak punya stok produk, mereka hanya menyediakan fasilitas dan sistem agar transaksi antara penjual dengan pembeli bisa mudah dilakukan.

Tetapi mereka melangkah lebih jauh, dimana perusahaan marketplace ini juga menjadi mediator atau pihak tengah yang memastikan transaksi yang dilakukan lebih aman.

Bagaimana caranya? Secara sederhana, bisa dijelaskan seperti berikut:

  1. Pembeli memilih barang di marketplace, lalu saat membeli, transfer pembayaran dilakukan ke perusahaan marketplace, bukan transfer ke penjual.
  2. Perusahaan marketplace akan memberitahu ke si penjual, bahwa sudah diterima pembayaran untuk produk A dan minta segera penjual memproses dan mengirimkan paket barang ke alamat pembeli.
  3. Setelah barang diterima pembeli maka pembeli bisa konfirmasi bahwa barang sudah diterima (atau kadang sistem otomatis mendeteksi melalui resi pengiriman bahwa barang sudah diterima) maka perusahaan marketplace akan mentransfer pembayaran ke si penjual.

Dengan mekanisme tersebut, transaksi menjadi lebih aman (walaupun tetap saja ada lubang keamanan).

Konsep cara kerja marketplace ini ternyata sangat disukai oleh masyarakat di Indonesia yang memang relatif sebelumnya tidak terlampau percaya dengan belanja online yang dianggap banyak terjadi penipuan.

Oleh sebab itulah konsep marketplace berkembang pesat di Indonesia, ditunjukkan dengan perkembangan jumlah penjual dan jumlah pembeli di berbagai marketplace yang populer.

Marketplace yang terbesar di Indonesia saat ini adalah Tokopedia dan Buka Lapak. Tetapi Lazada yang sebelumnya lebih mengarah ke situs E-Commerce, akhirnya lebih mengembangkan bisnisnya menjadi marketplace, walaupun menurut saya belum dijalankan sebaik Tokopedia atau BukaLapak.

Kelebihan dan Kekurangan Jualan di Marketplace

Nah setelah Anda tahu cara kerja marketplace, saya akan membahas apa kelebihan dan kekurangan jualan di marketplace. Saya mulai dulu dari kelebihannya, baru setelah itu kekurangannya.

pros-cons-jempol

Kelebihan Jualan di Marketplace

  1. Mudah untuk mulai jualan karena sistem dan prasarana sudah disediakan. Penjual relatif tinggal buka akun, upload foto-foto dan keterangan produk. Selesai! Kemudahan seperti ini sangat disukai oleh orang-orang  yang masih awam.
  2. Marketplace atau pasar yang bagus biasanya sudah ramai pengunjung. Ibarat kalau Anda buka stan di pasar atau di mal yang ramai, selalu ada pengunjung yang nyasar, masuk dan lihat-lihat dagangan Anda yang lalu jadi customer Anda.

Kekurangan Jualan di Marketplace

  1. Marketplace yang ramai biasanya pasti ada banyak sekali penjual sehingga kemungkinan besar ada banyak penjual yang menjual barang yang sama sehingga yang seringkali terjadi adalah terjadi perang harga akibat tingkat persaingan yang tinggi sehingga biasanya low profit margin.
  2. Pelanggan Anda dengan mudah pindah ke penjual lain karena seperti sebuah pasar, mereka akan dengan mudah ‘look around’ atau lihat-lihat ke penjual lain dan akhirnya kecantol di tempat lain.
  3. Anda tidak sedang membangun brand dari bisnis jualan online Anda karena customer Anda seringkali hanya ingat nama website atau perusahaan marketplacenya, jarang sekali bisa mengingat brand atau nama toko Anda.
  4. Anda tidak punya kontrol terhadap tempat jualan Anda karena sebetulnya Anda hanya ‘nunut’ jualan di tempat orang lain. Suatu saat, perusahaan marketplace bisa merubah aturan main atau membuat peraturan baru yang tidak menguntungkan Anda. Mereka berhak merubah aturan main karena ini adalah tempat mereka, Anda harus mengikutinya, jika tidak mau, silakan pergi (kasarannya seperti itu) 🙂

Poin no 4 diatas sebenarnya mirip dengan situasi jika Anda jualan di Mal. Salah seorang teman saya, pernah jualan arloji di sebuah mal ramai di Surabaya. Omset dan profit sangat bagus. Pihak mal lalu menaikkan uang sewa secara kontinyu, tiap 6 bulan, biaya sewa naik sehingga profit semakin menurun.

Saat biaya sewa yang sudah mencekik leher, tiba-tiba mal memutuskan jenis barang yang dijual teman saya itu tidak boleh dijual (arloji branded KW). Akhirnya gulung tikar lah teman saya ini.

Itulah yang bisa terjadi saat Anda jualan di tempat orang lain, dimana Anda tidak punya kontrol sepenuhnya di tempat tersebut.

Oleh sebab itulah, di FREE Webinar tentang Toko Online yang kami lakukan, kami selalu sarankan bagi Anda untuk membangun Toko Online Anda sendiri, yang kelebihan dan kekurangannya saya bahas berikut ini.

Kelebihan dan Kekurangan Jualan di Toko Online Sendiri

Menurut saya, Anda belum benar-benar berbisnis online jika Anda tidak membangun atau memiliki website yang Anda miliki dan punya kontrol sepenuhnya. Sangatlah riskan jika Anda membangun  bisnis Anda dan bergantung sepenuhnya pada tempat atau website orang lain (Facebook, Marketplace, Forum dll).

Nah kalau Anda membangun toko online Anda sendiri, apa kelebihan dan kekurangannya?

Pro-Con-Blackboard

Kelebihan Jualan di Toko Online Sendiri

  1. Anda memiliki kontrol sepenuhnya terhadap website atau toko online Anda. Tidak ada orang lain yang bisa mengusir atau melarang Anda jualan produk yang Anda jual. Anda bisa buat program promo atau apapun terserah Anda.
  2. Dengan memiliki website sendiri (dengan nama domain toko Anda), otomatis Anda sedang membangun brand toko Anda sendiri, dengan kata lain Anda sedang membangun sebuah aset.
  3. Customer Anda bisa dengan mudah ingat brand/website Anda sehingga bisa dengan mudah kembali belanja ke toko Anda lagi.
  4. Tidak ada penjual lain di toko Anda, sehingga tidak akan terjadi perang harga. Selain itu customer Anda tidak dengan mudah ‘nyasar’ ke penjual lain seperti yang sering terjadi kalau di marketplace.

Kekurangan Jualan di Toko Online Sendiri

  1. Tingkat kesulitan lebih tinggi dalam membangun toko online sendiri dibanding hanya jualan di marketplace. Seringkali faktor dan kendala teknis inilah yang dijadikan alasan orang sehingga tidak membuat toko online sendiri. Tetapi jaman sudah berbeda dibanding 3-5 tahun yang lalu. Sekarang ini sudah semakin banyak tools/alat bantu yang tersedia yang memudahkan Anda membangun toko online milik Anda sendiri.
  2. Anda harus belajar mendatangkan traffic atau visitor atau pengunjung ke toko Anda sendiri. Tidak seperti marketplace yang biasanya sudah ramai pengunjung, Anda perlu belajar berbagai cara marketing dan promosi agar toko Anda bisa ramai.
  3. Pengunjung toko online Anda yang belum pernah belanja dengan Anda seringkali ragu karena tidak tahu apakah Anda bisa dipercaya atau tidak. Mereka khawatir sudah transfer, ternyata barang tidak dikirimkan. Faktor kepercayaan inilah yang merupakan kelebihan marketplace karena transaksi dimediasi oleh perusahaan marketplace.

Jadi Apa Kesimpulannya?

Dari penjelasan panjang lebar diatas mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing (marketplace dan toko online sendiri), apa kesimpulannya?

Mana yang lebih baik Anda lakukan? Jawabannya adalah keduanya 🙂

Berikut adalah tahapan yang kami sarankan untuk Anda Lakukan :

  1. Anda harus membangun toko online Anda sendiri karena Anda perlu membangun brand dan aset yang Anda kontrol sepenuhnya. Gunakan tools/alat bantu yang bisa membantu Anda membuat toko online Anda dengan mudah.
  2. Promosikan toko online Anda melalui berbagai strategi online marketing seperti iklan di Google, Facebook, Instagram dll.
  3. Jualan di marketplace yang ramai. Hal ini biasanya lebih masuk akal dilakukan jika Anda  menjual barang hasil produksi Anda sendiri atau Anda memiliki akses harga yang relatif rendah terhadap sebuah produk dibanding pesaing di marketplace.
  4. Pembeli yang Anda dapatkan di marketplace, diarahkan untuk datang melihat dan membeli produk-produk lainnya melalui website toko online Anda sendiri.

Oh ya, jika Anda sekarang ini sudah jualan secara online, tolong tinggalkan di bagian komentar di bawah ini, dimana dan lewat apa, Anda saat ini jualan online? Anda boleh juga bertanya sehingga saya mendapat ide-ide baru untuk artikel yang akan saya tulis ke depannya.

Nah di artikel berikutnya, saya akan membahas tentang dua jenis website toko online yang perlu Anda bangun.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Sukses Besar untuk Anda,
Sukarto Sudjono

 

PS: Jika Anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat, tolong SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, Google+ atau Linkedin) yang kami sediakan. Terimakasih 🙂

Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan tentang artikel diatas. Saya berusaha membaca setiap komentar dan  menjawab pertanyaan yang masuk. 

  • supri

    Keren..

  • arcakom

    Memang bener banget penjelasan Bp. Sukarto, kalau kita punya produk sendiri lebih baik punya web sendiri. Pengalaman saya ikut marketplace tertentu, saya mengalami kesulitan pada saat penagihan, terlalu banyak prosedur dan waktu yang dibutuhkan untuk permohonan pencairan.
    Kadang ada bulan promo yg kita dipaksa ikut dengan memotong harga jual produk kita secara sepihak.
    Sampai saat ini ada 4 item produk saya yang tidak tertagih ke marketplace yg cukup terkenal milik Telkomsel itu.

    • Yup pengalaman Anda itu sering juga dialami oleh teman dan alumni yg juga jualan di marketplace besar. Kadang dipaksa promo, sampai soal keterlambatan pembayaran sampai beberapa bulan.

      thank you sudah sharing pengalaman Anda.

      Sukses selalu untuk Anda!

  • Toha Nasrudin

    lengkap, padat..

  • Amansa Babyshop

    saya sudah 2th lebih mendalami bisnis toko online dan offline, pertama saya buka OS di Sosmed FB, Twitter, sama di halaman fb/fanpage BB, tpi selama ini saya blm tahu bagaimana cara menambah pengunjung biar bisnis online saya bisa tmbah maju, saya juga masih bingung cara mengiklankan OS sy di Sosmed terutama yang berbayar itu, sampai pertemanan saya di fb 5000(full) tpi kbanyakan yg nge add hanya sekedar add aja, sampai saya dibuatkan website sama teman tapi malah sepertinya websitenya mati ndak ada pengunjung sama sekali, nah yang saya ingin tanyakan bagaimana membangun Toko Online yg benar2x bisa mendatangkan income yg bagus itu pak, mohon bimbingannya

    • Yang Anda lakukan adalah sesuatu yg kebanyakan orang lain lakukan.

      Kebanyakan pelaku bisnis toko online start dari pondasi yg keliru sehingga akhirnya struggle dalam prosesnya.

      Salah satunya adalah kenapa Anda memilih produk yg Anda jual sekarang? Apa ada dasar fakta berdasarkan riset yg tepat?

      Lalu promosi, tahukah Anda kualitas traffic dari sosmed memang low quality? Produk seperti apa yg cocok pake sosmed, apa yg tidak cocok.

      Jadi ada banyak pondasi cara berpikir yg tidak diketahui oleh pemula di bisnis toko online sehingga akhirnya struggle dalam prosesnya.

      Coba pelajari 3 video dan 1 audio yg saya bagikan di http://bbilink.com/mto

      Lalu baca pula bbrp artikel ttg toko online yg pernah saya tulis di blog BBI.
      Thx

  • saat ini saya jualan pakai marketplace dan toko online, keduanya sama2 powerfull. untuk yg punya modal besar (uang ditahan dulu sebelum barang smpai ke pembeli) dan mendapatkan hasil langsung (ada penjualan) bisa pakai marketplace.
    Untuk toko online, memang harus berjuang di awal2 membangunnya. meyakinkan customer, upload produk dan kerja keras mendatangkan trafik (SEO, sosmed), tapi kita akan menikmati hasilnya kemudian.

  • Yusak Theo

    met morning pa Sukarto, apa kabar, sehat, sukses yah… kalo menurut saya promosi di market place sebetulnya hanya sebagai penambah/pelengkap media promosi saja, karena apa yang saya alami, produk yang saya jual melalui market place tidak terlalu bisa diharapkan (tidak tertarget) oleh pengunjung, hanya melihat-lihat saja, meskipun ada juga beberapa visitor yang akhirnya bisa menjadi langganan tetap dari produk yang saya jual,
    Untuk Toko Online, untuk jangka panjang pasti bisa menghasilkan hasil yang lebih baik, meskipun start awalnya kita harus meng create semua pendukung2 toko online tersebut.
    kan sekarang sudah banyak tools2 yang mendukung, apalagi support dari BBI…yang berkualitas…..

    • Sip mantaps pak @yusaktheo:disqus

      Saya setuju, thanks sudah sharing

  • tas wanita branded terbaru

    artikelnya sangat bermanfaat. saya juga mulai belajar dan membangun toko online sendiri, belum sampai setahun sih, tp lumayanlah pak bisa buat nambah penghasilan. saya ingin nambah penghasilan lewat google adsense pak. mngkin ada bimbelnya pak atau gimana caranya pak. bisakah toko online saya bisa di pake buat google adsense soalnya saya sempat baca sekilas dapat nambah penghasilan melalui google adsense. kalau ada bimbelnya saya mau ikut privat pak???

    • Saya tidak anjurkan Anda pasang adsense di toko online Anda. Sayang sekali Anda bersusah payah mendatangkan pengunjung ke toko onlne Anda, tapi akhirnya orang itu keluar klik iklan adsense, Anda cuma dapat uang ratusan perak.

      Yang perlu Anda lakukan adalah memperbaiki konversi dan meningkatkan revenue dari setiap pengunjung yang datang. Itulah seharusnya fokus utama Anda.

      thx

      • tas wanita branded terbaru

        ohh begitu ya. . ., terima kasih banyak atas sarannya pak, sangat bermanfaat sekali. jadi jika ingin fokus ke google adsense juga sebaiknya apa yang harus saya lakukan bos? soalnya saya juga sekilas baca ada internet marketer yang juga sukses dengan google adsense. mohon bantuannya?

        • Kalau mau buat website untuk Adsense, memang dari awal target niche nya adalah ke keyword yg mahal CPC (cost per click). Lalu buat website spesifik utk niche tersebut.

          Tapi website yg dibangun dan di approve oleh google adalah website yang benar-benar rich content (banyak konten) yg bermanfaat. Kalau tidak, selain sulit di approve, mudah di suspend dan hilanglah seluruh komisi.

          Itu sebabnya banyak orang yg dulu main adsense (saat masih mudah) skrg banyak yg berpindah ke toko online 🙂

          thx

    • Setuju dg Pak Sukarto, sebaiknya tidak memasang Google Adsense di toko online, kan ga lucu kalau Adsense yg tayang ternyata iklannya kompetitor kita, hehehe..

  • ilham umum

    maaf sebelumnya pak, saya baru merintis Toko kecil dan masih terpencil itupun modal hosting dan domain gratisan, tapi, setelah saya memakan artikel yang anda sajikan, semangat untuk membangun semakin membara. LihatSajadotML tempat saya merintisnya..di karenakan perabot rumah belum terisi, maka dengan artikel bapak lah saya mengisinya..sekali lagi maaf..jikalau tidak berkenan. silahkan langsung beri peringatan saya melalui email..semoga berkah dan kesehatan selalu menemani semua anggota BBI tercinta..lanjutken..

    • @ilhamumum:disqus boleh2 saja dimasukkan ke web Anda, tapi tolong cantumkan link sumber artikel nya pak, karena itu adalah etika di internet. thanks.

  • Menurut saya klo mau membangun sebuah marketplace sekelas bukalapak.com maka harus punya tim developer IT, agak kurang cocok apabila dikerjakan sendiri.

  • Kalo saya mejual barang dagangan di banyak marketplace, pada awalnya cuman 2 saja setelah setahun berjalan banyak yang mengundang untuk bergabung di marketplace lain, akhirnya kita coba n syukur sekarang sudah banyak transaksi dari macem2 marketplace.

    Saya juga punya situs/ toko online sendiri tetapi langkah awal saya tidak paksakan orang percaya sama situs kita dengan transaksi langsung dengan saya sendiri.

    yg penting bagaimana cara produk laku banyak dan mendapat pelanggan yg mau dan sudah berkali2 order. Baik lewat markeplace maupun langsung.

    Sementara ini jika semua order yg datang dengan transaksi langsung ada kendala pada proses transaksinya, terutama pada proses pembayaran dimana ada banyak rekening sehingga banyak yang harus dicek kesana kemari.

    Kedepannya jika sudah terbentuk tim yg solid saya akan fokus pada toko online sendiri… terima kasih

    • Betul marketplace memiiliki kelebihan yaitu faktor trust.
      Tetapi memiliki website toko sendiri adalah salah satu step yg perlu Anda lakukan agar tidak tergantung di marketplace tsb.

      thx u

  • Arinadi

    terimasih arikel dan komen2nya sangat mencerahkan..
    saya baru punya rencana untuk bisnis online, tp masih binggung mau jual produk apa.. hehe
    kebetulan saya web developer junior, untuk temen2 yang butuh bantuan tentang toko online bisa hubungi saya.. #FREE
    yang penting berbagi ilmu.. 🙂

    • Kalau Arinadi bingung berjualan produk apa. Arinadi dapat mempelajari di http://bbilink.com/mto

      Kami ada video tutorial untuk membantu Anda

      thx

    • salam knal mas arinadi.. izin minta wawasan tentang toko online mas

      • Arinadi

        salam kenal jg bro.. satu keahlian yang sangat penting untuk toko online adalah SEO.. Search Engine Optimizer..
        jadi orang belom kenal sama online shopnya agan bisa nemu barang yang dia mau lewat google dan atau Search engine lain sesuai dengan keyword yang terkait..
        yah 1 diantaranya ini dibalik kesuksesan online shop besar di Indonesia, asia bahkan dunia..
        (selain promosi langsung lewat berbagai media)

  • Alfawzia Nurrahmi

    Terima kasih, Pak Sukarto, penjelasannya sangat mudah dipahami dan menarik. 🙂 Saya menjalankan startup saya di bidang layanan bahasa & komunikasi, Pruf Ritz Communications Hub. Selama bertahun-tahun saya masih tertatih-tatih mengembangkan tim, penetrasi pasar dan terutama menguasai bidang jasa itu sendiri… Makin lama makin belajar aspek bisnisnya juga. 🙂

    Selama itu, saya hanya menggunakan Facebook pribadi saya, dan satu akun khusus untuk Pruf Ritz. Tahun 2014 saya dibantu sahabat dari Aussie menciptakan website http://www.prufritz.com dengan fitur sederhana namun konten yang cukup efektif… Tahun 2015 saya menyebarkan brosur fisik secara langsung –dimulai dari di apartemen tempat tinggal saya sendiri– lalu saya juga mulai bergabung dengan komunitas TDA Surabaya dan mulai paham tentang marketplace dan pentingnya ekspansi ke pasar online, selain memiliki Toko Online sendiri.

    Selama ini dengan menggunakan Facebook (postingan pribadi saya yang terkait pekerjaan, yang rupanya menarik minat pembaca dan menjadi words of mouth yang ampuh) dan blog, hasilnya cukup bagus. 🙂 Namun, kini saya merasakan perlunya perluasan pasar agar positioning dan branding makin kuat. Saya sudah bikin akun di OLX, dan akan bikin di tempat jualan lain juga. 🙂 Saya ingin menggabungkan berbagai metode dan memahami serta belajar mana yang paling baik dan yang lebih tepat untuk difokuskan. trial and error lah, ceritanya…hehehe

    Makasih banyak ilmunya, Pak. Sukses untuk Bapak dan usahanya. 🙂
    Salam,
    Alfa

    • Hallo Alfa, senang mendengar komentar feedback positif dari Anda. Saya sudah melihat website Anda Prufritz, yg bergerak di bidang jasa ya.

      Saya melihat ada bbrapa yg perlu Anda lakukan untuk bbrapa waktu ke dpn (hanya masukkan saja dari saya):

      1. Pengembangan penetrasi pasar, seperti yg Anda sdh katakan, dengan menggunakan Marketplace (ini bisa), tapi Anda jg bs menggunakan iklan seperti Google Adwords ataupun FB Ads.
      Anda bs cari berbagai informasi di Blog kami BBI.com

      Melalui FB Ads, Anda akan menjangkau lbih besar lagi dan lagi, Anda akan mendapatkan client dari berbagai kota. Saya yakin itu.

      2. Kalau dari sisi penjualan (marketing) berjalan dan menunjukan sinyal positif, dengan kenaikan omzet, maka yg perlu Anda lakukan kdua adalah lakukan pengembangan SDM. Bisnis perlu manajemen SDM.

      Dua hal di atas, dikombinasikan dengan baik, jadikan pondasi yang kuat untuk Bisnis Anda.

  • Candra Krisna H

    thanks om, memang betul sakr makin banyak media untuk jualan online jadi bingung mau mulai dari mana. tapi jadi ada pencerahan nih harus sepeti apa dan dari mana memulainya. yang saya lakukan mungkin keduanya dan mulai berjualan lebih aktif di market place karena selama ini hanya baru di instagram dan website.

    klo untuk artikel selanjutnya saya usul untuk membahas bagaimana mengelola PRODUKSI dan MARKETING (online) jika memang kita diposisikan sebagai bisnis owner karena yang saya lihat mayoritas yang aktif di online trading adalah para broker atau reseller. mungkin bisa diterangkan juga dengan beberapa jalur penjualan yang ada secara online, sperti Dropship reseller dll.

    thanks om

    • Yes Pak Chandra. Anda bs memperluas jaringan penjualan Anda dgn aktif di marketplace.

      Siap terima kasih atas usulan artikel selanjutnya tentang produksi dan marketing online, seperti bahasan topik ttg dropship dan resller.

  • Adji Waluyo

    Tulisan menarik, yang saya lakukan saat ini mencoba berjualan lewat Toped, ada 3 konsumen yang nyasar beli dan bertransaksi. Dari pengalaman yang paling ribet ialah soal payment methode dan pengiriman.

    Untuk pembuatan web sendiri, pernah males, 6 bulan gak di update dan repotttttt

  • Bunda Acha

    pembahasan yg sangat menarik.. sy berjualan Online mulai awal tahun 2010 dan sampai saat ini sy sdh coba hampir semua marketplace, elevenia, lazada, qoo10,toko bagus, indonetwork, tokped, BL, shopee dan sdh bbrp x ganti website.. alhasil skrg lbh memilih jualan di shopee dan tokped. d qoo10 sebetulnya penjualan cukup bagus, namun harus siap dana double krna pembayaran 2minggu. akhirnya beralih k tokped saat ini traffic nya bagus dan tengah menjalani berjualan di shopee krna keungungan subsidi Ongkir..

    • Hi @bundaacha:disqus
      Terima kasih buat sharing pengalaman pribadinya.

      Sangat menginspirasi untuk kita semua. Mungkin bisa dibagikan berjualan apa di sini. Siapa tahu ada yang membutuhkan produk Bunda dan terjadi penjualan juga hehe.

      Sukses selalu untuk Bunda.

    • Thanks atas sharingnya… Sukses selalu buat Bunda Acha..

  • Syarifuddin Lempo

    Terimakasih atas ulasan yang komprehensif ini,

  • syarip

    ane masih jualan di marketplace tokopedia dan bukalapak
    y lain lagi liat liat dan nyoba

  • Agus salim

    Jika masih menggunakan sistim reseller dan dropship hruskah kita membuat web toko online sndri pak?

  • Halo Sis

    Mantap! Nambah kesimpulan yang menarik!

  • Dian Puspita Martiasari

    Bagaimana cara meningkatkan keuntungan dari 30-50 ribu per hari menjadi jutaan per hari.
    Itupun masih terbatas di WA dan BBM.
    Saya sudah terjun di jualan online 5 tahun, namun sebelumnya kurang serius karena suami masih kerja.
    Saat ini suami di PHK, sehingga saya harus bisa menjadikan jualan online sebagai penopang utama untuk membantu suami.

  • embanun17

    Terima kasih artikelnya,
    Go Action Bisnis Toko Onlne
    Salam,
    Muliardy Banun

  • Tama Kids

    Jualan lewat marketplace dan juga toko online sendiri